Survei LSI, Jokowi-Ma’ruf Menang Telak 58.6 %


Lembaga Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA mengungkap fakta mengejutkan terkait percaturan menuju Pilpres 2019. LSI menyatakan bahwa pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin akan menang telak 58.6 %. Sementara capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hanya mendapat 25.7 % dan sisanya memilih menjawab ‘Tidak Tahu/Tidak Jawab/Belum Memutuskan’ sebanyak 15.7 %.
Hal tersebut diungkap setelah LSI mengadakan survei pada 14-22 September 2018 dengan menggunakan Metode sampling, multistage random sampling, dengan jumlah 1.200 responden,  wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner, serta dengan Margin of error  ± 2.9 %. Selain itu, metode survei juga dilengkapi dengan FGD dan Analisis Media dan Indepth Interview. Pada survei ini, indikator utamanya adalah terkait Indonesia yang kuat dilihat dari keutuhan Pancasila.
Adapun alasan Publik memilih pasangan Jokowi-Ma’ruf untuk dalam survei yang berjudul ‘Pilpres dan Kerinduan Publik untuk Indonesia yang Kuat’ ini karena partai pengusungnya, PDIP, dinilai kuat. PDIP dalam survei dianggap menjadi partai kuat mendapatkan angka 37.4%, lebih besar daripada perolehan partai lain dan paling konsisten dalam memperjuangkan pancasila dengan poling 36.8%.
Selain itu, publik menilai bahwa pasangan Jokowi-Ma’ruf adalah yang paling konsisten memperjuangkan dan mempertahankan Pancasila dengan poling 65.8%. sementara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hanya mendapatkan poling 28.7% dan sisasanya menjawab Tidak Tahu/Tidak Jawab/Belum Memutuskan memperoleh poling 5.5%.
Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, TB Hasanuddin, ditemui usai konsolidasi partai Di DPC Kabupaten Cirebon menegaskan, rilis survei yang dilakukan oleh lembaga survey wajar menjadi referensi. “Tapi kami selalu percaya dengan kerja-kerja di lapangan,” tegasnya.
Ditanyai tentang penyebab jatuhnya suara Prabowo-Sandi dalam survey, Kang Hasan panggilan akrab TB.Hasanuddin tidak mau beropini. “Yang Pasti rakyat semakim cerdas, mana yang bekerja untuk bangsa ini dan mana yang buat gaduh,” tegas Purawanirawan Jenderal TNI itu. (red/lsi*)