DEJABAR.ID, CIREBON – Kota Cirebon menargetkan kunjungan 2 juta wisatawan di tahun 2019 ini. Meskipun begitu, Kota Cirebon harus tetap bisa bekerja sama dengan Kabupaten Cirebon, demi meraih angka tersebut. Karena, orang yang datang ke Cirebon, tentunya akan datang ke Kota dan Kabupaten Cirebon.
Karena itu, Kota Cirebon menitikberatkan pada permasalahan sampah yang masih terus menghantui hingga sekarang. Karena, untuk dijadikan sebagai kota destinasi wisata, maka Kota Cirebon harus bisa bersih dari sampah.
Wakil Wali Kota Cirebon Eti Herawati menjelaskan, meskipun permasalahan sampah ini cukup berat, namun pihaknya harus tetap bisa. Dan hal tersebut tidak bisa dilakukan sendirian jika tidak ada kerja sama dengan Kabupaten Cirebon, karena wilayahnya yang berdekatan.
“Tentunya kerja sama dengan Kabupaten Cirebon harus ada yang direvisi,” jelasnya saat ditemui awak media usai Musrenbang di Prima Hotel Cirebon, Jumat (26/4/2019).
Eti melanjutkan, sampah yang dihasilkan Kota Cirebon sekitar 1 hingga 1,2 meter per kubik setiap harinya. Padahal, penduduk Kota Cirebon hanya sekitar 300ribu lebih ditambah hotel dan lainnya. Meskipun begitu, dirinya tidak sepenuhnya menyalahkan Kabupaten Cirebon dan masyarakat.
“Tinggal antar pemerintahnya yang mau bagaimana, ini yang utama. Minimal kerja sama kita evaluasi,” jelasnya.
Untuk itu, lanjut Eti, dirinya menegaskan kepada setiap SKPD di Kota Cirebon, untuk siap menggunakan fasilitas yang diberikan pemerintah pusat dan kementerian, untuk bisa diterapkan dengan baik di Kota Cirebon.
“Bagaimanapun apa yang sudah pemerintah pusat fasilitasi, kita harus siap. Karena membangun kota tidak semudah membalikkan tangan,” pungkasnya.(Jfr)
Leave a Reply