TB. Hasanuddin; Pancasila Menjadi Pemersatu Indonesia Yang Majemuk


JAKARTA, Dejabar.id – Keberadaan Pancasila sangatlah penting ditengah keberagaman Indonesia. Pancasila terbukti menjadi pemersatu dari kemajemukan Indonesia. Hal tersebut disampaikan Anggota MPR / DPR RI Mayjend TNI (Purn) DR. H. TB. Hasanuddin, SE., MM dalam sosialisasi 4 Pilar MPR – RI Secara Virtual, Rabu, (17/2) di Gedung Islamic Centre Sumedang.

Pancasila, kata TB. Hasanuddin sebagai ideologi negara harus dipahami bersama secara terbuka dengan wacana dan dialog dalam masyarakat. Kami berharap sosialisasi empat Pilar kepada masyarakat akan menjadi corong ataupun perpanjangan mulut pemerintah dalam membina kehidupan berbangsa yang rukun dalam kerangka NKRI dan berdasar negara Pancasila. Dan terutama generasi muda sebagai penerus bangsa untuk secara sadar memahami Pancasila dan UUD 45.

Sosialisasi 4 Pilar tersebut dilaksanakan secara terbatas dengan prosedur protokoler kesehatan Covid – 19. dan dihadiri oleh Irwansyah Putra Ketua DPRD Kab. Sumedang, juga Anggota Fraksi lainnya serta Perwakilan Pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Meskipun virtual, para peserta tampak antusias dan mengikuti kegiatan dengan hingga selesai.

TB. Hasanuddin mengatakan sosialisasi empat pilar MPR-RI ini merupakan wujud rasa nasionalis yang harus kita pupuk, dimana pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD NKRI 1945 Sebagai konstitusi negara, ketetapan MPR NKRI sebagai bentuk negara dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan Negara.

Menurutnya, bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan majemuk terdiri atas berbagai suku, bahasa dan budaya, agama, dan adat istiadat. “Kemajemukan ini merupakan kekayaan, tapi sekaligus menjadi tantangan bagi bangsa Indonesia,” Ungkap Hasanuddin.

Dalam menghadapi tantangan ini diperlukan kebersamaan dan persatuan dalam menghadapi dinamika kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara baik yang datang dari dalam maupun dari luar negeri.

Kebhinnekaan merupakan kekayaan Indonesia yang harus diakui, diterima dan dihormati. Untuk itu, kemajemukan harus dipelihara dan di pertahankan dan terus dikembangkan.
Keberagaman ini terwujud dalam Bhinneka Tunggal Ika dan yang menjadi perekat dan pengikat kerukunan bangsa adalah nilai-nilai yang menjadi kekuatan dan pendorong untuk mencapai cita-cita bangsa yakni tumbuh dan hidup dan berkembang dalam kehidupan masyarakat dan nilai itu telah terkandung dalam sila-sila Pancasila.

Agan, Peserta Sosialiasi mengapresiasi TB. Hasanuddin yang terus melakukan sosialisasi meskipun dalam keadaan Covid19. “Meskipun dengan keterbatasan dengan virtual, kader dan masyarakat Sumedang tetap antusias,” jelas Agan