Terharu! Claudia Emmanuela Gadis Asal Cirebon Jadi Juara The Voice of Germany 2019


Dejabar.id – Penampilan pertama Claudia Emmanuela Santoso di ajang pencarian bakat langsung mencuri perhatian publik. Suara Claudia saat mengikuti blind audition dan menyanyikan ‘Never Enough’ yang menjadi soundtrack film ‘The Greatest Showman’, sukses membuat para juri dan penonton terpukau.

Kini, finalis asal Cirebon itu kembali mencuri perhatian setelah keluar sebagai pemenang di ajang The Voice Germany.

“Selamat! Claudia Emmanuela Santoso memenangkan musim ke-9 The Voice of Germany dan dengan itu #SEATarona baru! #SEATsounds,” tulis akun resmi Instagram The Voice Germany, Senin (11/11).

Setelah mengikuti serangkaian seleksi, dalam babak final, perempuan yang akrab disapa Audi ini sempat menyanyikan lagu ‘I Have Nothing’ yang dipopulerkan oleh Whitney Houston. Lagi-lagi suara Audi memukau para juri. Apalagi ia bisa mencapai nada tinggi untuk lagu tersebut.

Penampilannya di malam spektakuler itu pun langsung membuat salah satu juri naik ke atas panggung dan memeluk erat dirinya. Sementara, juri lainnya terlihat terharu mendengar kemampuan bernyanyi Audi.

Berkat penampilannya ini, Claudia mampu mendulang perolehan suara melalui voting sebanyak 46,39% sekaligus menyingkirkan empat pesaingnya, yakni Erwin Kintop (17,36%), Lucas Rieger (14,33%), Fidi Steinback (12,51%), serta Freschta Akbarzada (9,41%).

Christin Gunawan (47), ibu Claudia, menceritakan bahwa Audi, begitu Christin memanggil putri pertamanya, tertarik terhadap dunia menyanyi sejak kecil. Christin dan Indra tidak tanggung-tanggung dalam memberikan dukungan penuh terhadap Audi.

Christin dan suami memberikan pendidikan yang terbaik kepada Audi. Awalnya, Christin kerap melihat Audi bernyanyi sejak kecil. Hal itu Audi lakukan berulang kali hingga menjadi sebuah kebiasaan.

Bahkan Audi tidak akan tidur sebelum bernyanyi dan mendengarkan musik. Setelah mengetahui Audi begitu suka bernyanyi, Christin berusaha mencarikan tempat belajar menyanyi untuk Audi. Dia menyekolahkan audi di sekolah musik sejak usia empat tahun.

“Saya masukkan Audi ke les atau sekolah musik mulai sejak usia empat tahun di dalam dan juga luar Cirebon. Kita tuh berjuangnya lumayan keras. Hingga kelas II SMA atau selama sekitar 11 atau 12 tahun kursus musik,” kata Christin.

Christin kemudian menyekolahkan Audi di TK-SD-SMP hingga SMA di BPK Penabur Kota Cirebon. Di sekolah ini, Audi terus mengasah kemampuannya dan menorehkan berbagai prestasi.

Perjuangan Audi tidak mudah. Dia terus melatih kemampuan tarik suaranya dan melewati proses belajar yang sangat panjang. Dia mengikuti berbagai audisi yang diselenggarakan baik oleh pemerintah maupun pihak swasta. Dari ajang kompetisi tingkat kota, tingkat provinsi, hingga tingkat nasional. (red/kompas)