DEJABAR.ID – Rupanya tak di Indonesia saja yang menganggap makanan yang jatuh selama masih belum lebih dari 5 menit itu masih masih bersih, dan aman dimakan. Di luar negeri pun juga ada mitos ini, kebanyakan mereka mengenalnya dengan istilah “five-second rule”.
Ternyata mitos tersebut terbukti tidak benar, seperti yang diungkapkan oleh Paul Dawson, PhD dan Brian Sheldon, PhD, ilmuwan makanan sekaligus pengarang buku “Did You Just Eat That?”.
Menurut mereka berdua, ketika makanan sudah bersentuhan dengan permukaan yang terkontaminasi, maka bakteri akan segera berpindah ke makanan.
Para ilmuwan makanan tersebut juga membandingkan ungkapan tersebut dengan mengendarai mobil tanpa mengenakan sabuk pengaman. Pengendaranya mungkin akan baik-baik saja, tapi ada resiko yang besar.
Mereka pernah melakukan percobaan dengan dengan memberikan bakteri salmonella pada tiga permukaan yang berbeda: ubin, karpet dan kayu, lalu menjatuhkan makanan (bologna dan roti) pada tiap permukaan tersebut.
Kemudian mereka menghitung seberapa banyak bakteri yang berpindah ke makanan selama waktu 5 detik, 30 detik, dan 60 detik.
“Kami menemukan bahwa bakteri berpindah ke makanan hanya dalam waktu 5 detik, yang berarti bahwa mungkin nggak aman untuk dimakan,” ungkap Paul Dawson.
Makanan yang jatuh lebih lama, lebih banyak bakteri yang berpindah, dan ini mungkin yang membuat beberapa orang tetap percaya mitos tersebut. Namun, karena beberapa perindahan bakteri terjadi secara instan, mitos tersebut tetap saja salah.
Sedangkan jenis makanan basah seperti daging, nasi, dan keju nggak disarankan untuk dikonsumsi lagi jika sudah jatuh. Penyebabnya, bakteri akan cepat berkembang pada tempat yang lembab.
Leave a Reply