Dejabar.id, Cirebon – Jika biasanya selokan di pinggir jalan itu dipenuhi sampah dan berbau menyengat, hal berbeda terjadi di Desa Palir, Kecamatan Tengah Tani Kabupaten Cirebon. Di desa ini, selokan disulap menjadi kolam ikan dan bisa menjadi daya tarik sendiri bagi masyarakat.
Sekilas, selokan yang diubah menjadi kolam ikan ini mirip dengan yang ada di Jepang. Meskipun tidak sebening yang ada di Jepang, namun hal ini membuktikan bahwa desa ini berhasil menyulap selokan yang kotor dan berbau menjadi kolam ikan yang bersih.
Di sini, masyarakat sekitar ataupun yang kebetulan lewat, bisa menikmati ribuan ikan jenis nila yang ada di selokan, layaknya sebuah kolam. Bahkan, tak jarang mereka memotret dan mengabadikan selokan yang disulap menjadi kolam ikan tersebut dengan kamera ponsel.
Di tepian selokan, dibangun sebuah tempat semacam halte, lengkap dengan atapnya, yang bisa digunakan oleh masyarakat sekitar untuk melihat ikan-ikan nila yang berenang bebas di selokan. Selain itu, juga bisa digunakan untuk tempat duduk-duduk sambil mengobrol, sambil menyaksikan ikan-ikan.
Menurut Kuwu (Kepala Desa) Palir, Durakman, ide mengubah selokan menjadi kolam ikan berasal dari seringnya masyarakat membuang sampah ke selokan. Sehingga, kerap menimbulkan aliran selokan yang mampet, berbau, dan menimbulkan berbagai penyakit seperti demam berdarah.
Durakman menceritakan, ketika awal mula dia memulai proyek tersebut, banyak masyarakat yang merasa aneh, karena mengubah selokan menjadi kolam. Sebab, hal tersebut tidak umum, terutama di Indonesia ini. Namun, hal tersebut berubah menjadi sebuah daya tarik dari mayakat ketika selokan yesbjy diisi sungai.
“Awalnya masyarakat merasa aneh karena ini anggak umum. Tapi begitu jadi, mereka jadi tertarik,” jelas ya saat ditemui dejabar.id, Selasa (5/11/2019).
Durakman melanjutkan, selokan ikan ini baru dibuat sejak bulan Oktober 2019 lalu. Pertama-tama, selokan terlebih dahulu dikeruk karena mengalami pendangkalan akibat lumpur. Bahkan, ketebalan lumpur tersebut sebesar 70 sentimeter.
Adapun pengelolaannya sendiri melalui dana desa, termasuk dalam memberi makan ikan sebanyak dua kali sehari. Untuk tahap pertama ini, baru sebanyak 69,29 meter persegi selokan yang diberdayakan menjadi kolam ikan. Ke depannya, akan dilakukan pula selokan lainnya di desa.
“Kita berdayakan dari karang taruna desa dan masyarakat sekitar,” jelasnya.
Sedangkan menurut Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cirebon, Hartono, keberadaan selokan yang disulap menjadi kolam ikan tersebut akan menjadi daya tarik bagi Desa Palir sendiri. Sehingga, Disbudparpora Kabupaten Cirebon akan menargetkan Desa Palir sebagai destinasi wisata.
“Daya tarik desa ini berada di sektor agrowisata,” pungkasnya.(Jfr)
Leave a Reply