DEJABAR.ID, CIREBON – Beredar kabar bahwa para raja dan sultan se-Nusantara akan berkumpul di Gedung Perintis Proklamasi, Menteng, Jakarta, pada Kamis (30/5/2019). Tujuannya adalah untuk mencabut kembali mandat Presiden Soekarno melalui referendum, karena para raja dan sultan sudah tidak percaya lagi dengan pemerintahan Republik Indonesia yang sekarang. Apalagi dengan adanya dugaan kecurangan Pemilu 2019 yang terstruktur, sistematis, dan masif.
Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat menegaskan bahwa kabar tersebut tidaklah benar. Karena selama ini para raja dan sultan selalu mendukung dan melaksanakan program pemerintah. Apalagi, hampir semua keraton di Nusantara selalu melestarikan adat dan budaya Nusantara, seperti upacara kebangsaan, diundang ke Istana untuk mengikuti acara kenegaraan, dan lain-lain.
“Informasi yang mengatasnamakan Kesultanan Aceh tersebut tidak benar. Apalagi di situ disebutkan nama Kesultanan Kesepuhan, Yogyakarta, Maluku, dan lain-lain. Kami para raja dan sultan se-Nusantara sama sekali tidak melakukan apa yang sedang beredar itu,” jelasnya saat konferensi pers di Keraton Kesepuhan Cirebon, Kamis (3/5/2019) malam.
Bahkan, lanjut Sultan, dirinya dihubungi oleh beberapa raja dan sultan perihal kabar tersebut. Bahkan dari Kesultanan Aceh pun sudah menegaskan bahwa hal tersebut tidaklah benar.
“Saya baru dapat info ini kemarin. Makanya langsung klarifikasi bahwa itu tidak benar,” jelasnya.
Dengan adanya informasi yang tidak benar ini, lanjutnya, dirinya meminta kepada masyarakat, keluarga keraton, abdi dalem, untuk tetap tenang dan tidak terpancing. Pihaknya pun sedang memantau di Jakarta, karena ada raja-raja yang juga punya rumah di Jakarta. Sehingga berharap apa yang diumumkan itu tidak sesuai dengan harapan.
“Sampai saat ini kita belum ada tindakan hukum. Karena hari ini pelaksanaanya dan kegiatannya bagaimana belum tau. Kita akan tau hasilnya ketika keesokan harinya,” jelasnya.
Sultan pun mengimbau kepada masyarakat agar bisa menunggu hasil Pemilu 2019 ini. Apalagi, sekarang sedang masuk ke Mahkamah Konstitusi. Sehingga, apapun keputusannya yang nanti keluar, masyarakat harus menerimanya dengan lapang dada. Karena siapaun yang menag, maka itu adalah kemenangan rakyat.
“Marilah pasca pemilu ini kita menjaga kondusivitas dan menunggu hasil Pemilu 2019 ini. Apalagi ini sudah mau lebaran,” pungkasnya.
Seperti diketahui, sebelum merdeka, Indonesia ini masih berada dalam wilayah-wilayah yang dikuasai oleh masing-masing raja dan sultan. Setelah Indonesia merdeka, para raja dan sultan tersebut menyerahkan harta dan kekayaannya untuk disumbangkan ke Indonesia. Dan dengan adanya penyerahan mandat kepada Presiden Soekarno melalui referendum, maka para raja dan sultan bersatu menjadi NKRI.(Jfr)
Leave a Reply