DEJABAR.ID, CIREBON-Generasi muda diharapkan agar mengerti tentang pentingnya tanaman mangrove untuk menjaga ekosistem lingkungan. Sehingga, mereka tergugah untuk menjaga, memelihara, serta memahami literasi tentang mangrove.
Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Walikota Cirebon Eti Herawati di sela aksi penanaman mangrove bersama Organisasi Aksi Solidaritas era Kabinet Kerja (OASE KK) di Pantai Kesenden, Kota Cirebon, Senin (11/3/2019).
Penanaman mangrove ini, lanjut Eti, juga dengan menggiatkan literasi tentang pentingnya tanaman mangrove bagi kehidupan. Sebab, di Kota Cirebon masih belum sampai ke kurikulum mangrove. Baru hanya ada di Indramayu.
“Yang terpenting dari mangrove ini bukan sekedar menanam bersama-sama, namun pemeliharaannya. Karena mangrove yang ditanam saat ini justru akan berguna dan bermanfaat untuk generasi yang akan datang,” jelasnya.
Cara yang dilakukan, menurut Eti, dengan mendirikan pojok bacaan di setiap RW. Khusus untuk RW yang ada di daerah pesisir, disiapkan dengan sejumlah buku tentang mangrove dan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian alam. Sedikitnya ada 9 RW yang terletak di daerah pesisir Kota Cirebon.
“Pojok baca dengan penyediaan buku-buku mangrove akan disiapkan,” jelasnya.
Untuk itu, lanjutnya, jika mangrove sudah tumbuh subur, maka pemenuhan terhadap oksigen bisa tersedia. Selain itu, ekosistem juga terjaga dan pagar hidup yang bisa meminimalkan dampak jika terjadi bencana, termasuk tsunami.
“Bahkan hutan mangrove juga bisa dijadikan sebagai obyek wisata baru di Kota Cirebon,” jelasnya.
Saat ini, baru ada sekitar 9 hektar hutan mangrove yang ada di pesisir Kota Cirebon. Meskipun begitu, pemerintah Kota Cirebon tidak akan tinggal diam, dan tetap akan melakukan sosialisasi pentingnya mangrove untuk kehidupan. Ditargetkan, sepanjang pesisir Kota Cirebon semua ditanami mangrove.
“Semoga di sepanjang pesisir Kota Cirebon ditanami mangrove semua,” pungkasnya.(Jfr)
Leave a Reply