DEJABAR.ID, CIREBON – Persoalan sampah di Kota Cirebon kian tak ada habisnya. Sampah-sampah selalu terlihat menumpuk di tiap Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) di beberapa titik. Meskipun ada beberapa TPSS yang sudah ditutup, namun sampah-sampah tetap menumpuk di beberapa TPSS yang masih digunakan.
Menurut Wakil Walikota Cirebon, Eti Herawati, persoalan sampah ini akan segera ditangani secara bertahap. Apalagi, Kota Cirebon menjadi salah satu kandidat terkuat untuk mendapatkan hibah dari Pemerintah Jerman, dalam mengatasi persoalan sampah. Sehingga, hal ini bisa membantu menangani masalah sampah di Kota Cirebon hingga 70%.
Eti melanjutkan, penanganan sampah terlebih dahulu dikhususkan bagi TPS yang berada di perbatasan, seperti TPSS Bima. Menurutnya, TPSS Bima selalu terjadi penumpukan setiap harinya. Padahal, TPSS Bima hanya melayani 2 RW saja, yakni RW 01 dan RW 10 Yudha Sari. Namun, tumpukan sampah yang terlihat sudah lebih dari 2 RW.
“TPSS Bima ini selalu langganan over muatan,” jelasnya, Senin (1/7/2019).
Eti melanjutkan, kelebihan sampah tersebut sisanya berasal dari Kabupaten Cirebon. Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dan dengan Kabupaten Cirebon tentang ke depannya, serta solusi bersama untuk penanganan sampah.
Adapun TPSS Bima yang akan dipindahkan ke Stadion Madya 2, lanjutnya, hanya bersifat sementara. Sehingga ditargetkan, sebanyak 32 TPS di Kota Cirebon ini akan ditutup pada 2020 nanti. Dan sebagai gantinya, Pemerintah Kota Cirebon akan memberikan pelayanan TPS dengan TPSS Mobile di seluruh kawasan Kota Cirebon.
“Semua prosesnya akan dilaksanakan secara bertahap, dan akan kami realisasikan,” pungkasnya.(Jfr)
Leave a Reply