DEJABAR.ID, BANDUNG-Sinopsis Creative Space (SCS) kedatangan tamu spesial yang merupakan akademisi dari UIN SGD Bandung, Bambang Q-Anees, Sabtu malam (29/12/2018) dalam acara bertema ‘Waluya’ di Tanpa Koma 2.1. Pada kunjungannya tersebut, Ustad Bq, sapaan akrabnya, banyak memaparkan terkait sebuah kewaluyaan.
Menurut Ustad Bq, kewaluyaan berasal dari kata ”waluya” yang berarti sembuh, sehat, bahagia dan selamat. Misalnya, Ustad Bq mengibaratkan seorang korban tsunami yang selamat dari maut, lalu dia mencari ibunya berhari-hari dan akhirnya ketemu.
“Nah, pada saat itu, ada perasaan yang begitu haru, sangat membahagiakan. Maka di situlah Waluya. Atau hal misalnya jika anda mendapatkan sesuatu, atau berhasil melakukan sesuatu yang sebelumnya tidak bisa dan anda merasa gembira maka itulah Waluya,” ujarnya.
Menurut Ustad Bq, seseorang perlu mendapatkan waluya dalam hidupnya. Adapun cara yang harus ditempuhnya menurutnya cukup sederhana.
“Kita melakukan hal-hal kecil saja dulu, karena hal kecil bisa berdampak dan membawa perubahan besar. Kita lakukan hal-hal yang bisa kita jangkau,” ujarnya.
Ustad Bq menambahkan, untuk mendapatkan waluya, selain harus berbuat, seseorang juga harus merefleksi dirinya misal dengan perenungan dan berusaha memperbaikinya. Sebab dengan demikian, seseorang akan tahu dimana letak kekeliruan dan kekurangan yang telah dilakukan di tahun sebelumnya.
“Mari kita gapai Waluya di tahun 2019 mendatang dengan melakukan hal yang bermanfaat bagi orang-orang di sekitar kita. Apapun perubahan kecil di 2018 itu, mari kita syukuri,” tutup Ustad Bq.
Kegiatan yang juga merupakan penggalan dana untuk Korban Tsunami Selat Sunda ini juga dimeriahkan oleh beberapa musisi Jawa Barat, salah satunya adalah Jon Kastella.(red)
Leave a Reply