Press ESC to close

Waspada, Kenali Tanda-Tanda Puting Beliung Ini!

  • December 7, 2018

DEJABAR.ID – Angin puting beliung melanda kota Bogor, pada Kamis (6/12/2018) kemarin, sekitar pukul 15.00 WIB, sore hari.
Puting beliung sendiri merupakan fenomena alam yang biasa terjadi. Apalagi saat hujan lebat berbarengan dengan kilat atau petir dan angin yang cukup kencang.
Nah, untuk mengantisipasinya, yuk kenali tanda-tanda dari puting beliung.

  1. Banyak terjadi saat musim pancaroba

Fenomena puting beliung ini lebih banyak terjadi saat masa musim transisi atau biasa disebut dengan pancaroba. Yaitu saat perpindahan musim kemarau ke musim penghujan atau sebaliknya.

  1. Hawanya terasa panas dan gerah

Dilansir dari Kompas.com, puting beliung biasanya menampakkan tanda-tanda kemungkinan akan terbentuk dan terjadi.
Seperti sehari sebelumnya hawa akan terasa panas dan gerah.

  1. Muncul awan Cumulonimbus


Kemudian mulai pukul 10.00 pagi terlihat awan Cumulus atau awan putih berlapis-lapis.
Di antara awan tersebut ada satu jenis awan yang batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu yang kemudian berubah jadi hitam yang kita kenal dengan awan Cumulonimbus.

  1. Angin semakin kencang

Jika di musim pancaroba atau penghujan tidak turun hujan sampai 3 hari berturut-turut, ada kemungkinan hujan yang pertama turun akan lebat dan diikuti angin kencang, tapi angin tersebut bukan termasuk angin puting beliung.

  1. Angin puting beliung berputar di satu lokasi

Angin puting beliung hanya berputar di satu lokasi. Luas perputarannya pun berkisar di lima hingga sepuluh kilometer.
Menurut Hary Tirto Djatmiko yang dilansir dari Kompas.com, Kepala Humas BMKG mengatakan kalau puting beliung biasa terjadi saat siang atau sore hari, dan menjelang malam hari.
Puting beliung ini muncul sekitar 10 menit dan lebih sering saat pancaroba.

  1. Sulit diprediksi

Hary kembali mengatakan kalau puting beliung masih sulit buat dipastikan karena prediksi paling tepat pun hanya sekitar 50 persen.
Walaupun singkat, puting beliung juga berbahaya karena kecepatannya yang bisa menembus 45 kilometer per jam. (red/kompas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *