DEJABAR.ID, TASIKMALAYA–Lapangan sepak bola di desa biasanya selalu terkesan buruk karena tidak terawat dengan baik. Bahkan yang paling sering terjadi, selalu dijadikan ‘gupak’ atau mandi lumpur kerbau sehingga semakin membuat lapangan becek. Hal itu terjadi karena sering dianggap tidak ada alokasi dana untuk merawatnya.
Namun pandangan tersebut akan terpatahkan jika sobat Dejabar melihat Lapangan Lodaya yang berada di Desa/Kecamatan Ciasyong, Kabupaten Tasikmalaya. Lapangan ini, memiliki konsep yang rapi. Rumput yang dipakainya pun bukan rumput sembarangan dan suasana lapangan pun begitu apik dan bersih. Sehingga hal ini membuat lapangan Lodaya digadang-gadang menjadi lapangan sepak bola berstandar FIFA.
Adapun alasan lebih rinci terkait Lapangan Lodaya menjadi lapangan sepak bola berstandar FIFA dikarenakan jenis rumput yang dipakai memenuhi standar FIFA dan berasal dari Eropa jenis Zoysia Matrella (ZM) yang juga digunakan di Jakabaring dan Wibawa Mukti. Sebuah jenis rumput yang memiliki kategori kelas atas, elastis, memiliki kerapatan, kuat menahan beban ketika dipakai dan bisa mengurangi risiko cidera pemain. Adapun ukurang lapangan memiliki panjang dan luas 93 x 54 yang diperuntukkan untuk U-16.
Tak ingin jumawa atas keberhasilannya membangun lapangan tersebut, konseptor Lapangan Lodaya, Reno mengungkapkan, pembuatan lapangan tersebut merupakan persembahan terbaik dari Pemerintahan Desa Cisayong, hasil kerjasama Kepala Desa beserta jajarannya dan Unsur BPD serta lembaga lainnya terutama RT/RW.
“Semoga menjelang selesainya pembangunan, mampu memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan Masyarakat Desa Cisayong melalui Pendapatan Asli Desa (PADes), Sentra Ekonomi Baru, terutama perkembangan Atlet Muda Desa,” ungkapnya, Selasa (23/10/2018).
Ia menambahkan, proses pembangunan ini, dimulai dari Musyawarah Dusun yang ditetapkan dalam Musyawarah Desa (Musdes) dan diketuk oleh Pemerintah desa dalam Musrembangdes. “Point utama dari pembangunan ini adalah Pembangunan Sarana Olah Raga Desa (Raga Desa) sekaligus memberikan modal tidak berbentuk uang kepada BUMDesa Sakti Lodaya sebagai Pengelola Lapang Sakti Lodaya,” tambahnya.
“Drainase untuk penyerapan air dan water sprinkler otomatis 32 titik, dan pembuatan lapangan ini disupport oleh Tenaga Ahli Profesional, PT Harapan Jaya Lestarindo,” pungkasnya.(Ian)
Leave a Reply