Press ESC to close

Yuk Wisata Edukasi ke Objek Wisata Kura-Kura Belawa

  • September 2, 2018

DEJABAR.ID, CIREBON – Cirebon dikenal memiliki hewan yang khas, yakni Kura-Kura Belawa. Hewan endemik ini hanya ada dan satu-satunya di Cirebon, yakni di Desa Belawa Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon. Bahkan, hewan ini termasuk dalam kategori langka.
Secara karakteristik, Kura-Kura Belawa memiliki bentuk fisik yang berbeda dengan kura-kura lainnya, terutama di tempurungnya. Semakin tua usianya, maka di bagian tempurungnya akan semakin cekung ke dalam. Dan juga, hewan ini termasuk hewan pemalu, karena lebih senang berada di dalam air sebagai habitatnya jika ada seseorang yang mendekatinya.
Untuk melihat secara langsung hewan bernama latin amyda cartilaginea ini, bisa terbilang cukup mudah. Karena, hewan tersebut berada dalam pengelolaan Objek Wisata Kura-Kura Belawa. Sehingga, tempat tersebut kerap dikunjungi oleh berbagai orang, baik untuk wisata, edukasi, maupun observasi.
Menurut Pengelola Objek Wisata Kura-Kura Belawa Yanto Aryanto, objek wisata ini sudah dibuka sejak tahun 1980-an. Saat itu, ada sekelompok masyarakat yang menamakan dirinya sebagai kelompok penggerak pariwisata (kompepar).
“Dari situlah awalnya objek wisata dibuka,” jelasnya saat ditemui dejabar.id di Objek Wisata Kura-Kura Belawa, Desa Belawa Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon, Minggu (2/9/2018).
Kemudian, lanjut Yanto, berkat bantuan media, sekelompok mahasiswa, komunitas, dan masyarakat, objek wisata tersebut akhirnya mulai didatangi oleh para wisatawan. Hanya saja, tidak begitu signifikan.
Di Objek Wisata Kura-Kura Belawa ini, menurut Yanto, terdapat sekitar 70 ekor usia produktif. Sedangkan untuk usia 50 tahun ke atas, terdapat 170 ekor. Bahkan untuk tahun kemarin, terdapat sekitar 400-500 ekor tukik (kura-kura kecil) yang baru menetas.
“Tahun 2010 kemarin kita sempat mengalami wabah, yaitu mati massal. Yang tersisa hanyalah 13 ekor dari hasil sweeping di sekitar,” jelasnya.
Untuk pakannya sendiri, Yanto menjelaskan, awalnya diberi makan berupa umbi-umbian dari warga sekitar. Namun, menurut Dinas Kesehatan, diberi daging ayam potong saja, karena untuk mencukupi kebutuhan karbohidrat.
“Tiap harinya kita membutuhkan 7 kg daging ayam untuk pakan. Tapi, kita hanya mampu untuk 3 kg perhari saja,” jelasnya.
Awalnya, imbuh Yanto, objek wisata ini ingin dijadikan sebagai destinasi wisata di Cirebon. Namun, mengingat luasnya yang hanya sekitar 0,2 hektar, masih kurang untuk dijadikan sebagai kunjungan.
“Makanya, kami hanya menjadikan objek wisata ini sebagai tempat untuk edukasi dan observasi saja,” tuturnya.
Awalnya, pengelolaan objek wisata ini di bawah naungan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Cirebon. Namun sekarang, dilimpahkan menjadi naungan Provinsi Jawa Barat.
Untuk itu, Yanto selaku pengelola berharap, agar ada perbaikan dari objek wisata ini. Dan tidak menutup kemungkinan bagi siapa saja yang mau menanamkan investasinya di Objek Wisata Kura-Kura Belawa. Sehingga, bisa memajukan objek wisata tersebut.
“Kita berharap tempat ini menjadi standar untuk tempat wisata, karena untuk masuk ke sini masih ditarif ala kadarnya saja,” pungkasnya.(jfr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *