Dokter di Cirebon Ini Prihatin Orang Gila Bisa Ikut Nyoblos

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

DEJABAR.ID, CIREBON -Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memperbolehkan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) ikut mencoblos dalam Pilpres 2019 nanti, membuat Edial Sanif, dokter spesialis jantung ternama di Kota Cirebon, turut prihatin.

Hal tersebut diungkapkannya saat ditemui awak media di kediamannya sekaligus tempat klinik praktiknya, Jalan Diponegoro Kota Cirebon, usai mengikuti deklarasi pemenangan salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden, Minggu (25/11/2018) sore.

“Saya prihatin, kok bisa orang gila diperbolehkan menyoblos Pilpres nanti,” jelasnya.

Edial menambahkan, di Indonesia tercatat ada sekitar 15 juta ODGJ. Jika semuanya datang ke TPS, maka akan membutuhkan pengawalan setidaknya 5 hingga 6 orang. Karena menurut kacamata seorang dokter, ODGJ akan melakukan hal-hal yang tak terduga.

“Bisa saja dia tiba-tiba mengamuk di TPS, dan lain-lain,” tuturnya yang juga menjabat sebagai Ketua Umum FORMI Kota Cirebon.

Menurut Edial, kekuatan fisik orang gila jika sudah mengamuk akan meningkat hingga 4x lipat. Sehingga, wajar jika membutuhkan banyak orang untuk menjaga. Namun, jika setiap orang gila dijaga, maka setidaknya membutuhkan sekitar 45 Hinga 50 juta orang untuk mengawal.

“Dan itu pastinya membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” jelasnya.

Lebih lanjut, Edial menjelaskan, orang gila tersebut sebenarnya tidak mengenal politik. Bahkan kewajiban agama pun digugurkan. Kalaupun dia merusak, maka akan dibebaskan dari hukuman.

“Karena itu, saya ingin ada perubahan dalam pemilu ini. Jangan sampai pesta demokrasi ini menjadi rusak hanya karena keputusan yang diambil tanpa pengkajian terlebih dahulu,” pungkasnya.(Jfr)

Related posts

Leave a Comment