Kreatif! Komunitas Ini Ubah Sampah Kayu di Sungai Jadi Barang Kerajinan Mahal


DEJABAR.ID, CIREBON-Keberadaan sampah di sungai kerap mencemari lingkungan. Di samping itu, sampah yang ada di sungai juga bisa merusak pemandangan. Karena itu, tidak heran banyak pecinta sungai yang menganggap sampah ini adalah sesuatu masalah yang tidak ada habisnya.

Meskipun begitu, sampah-sampah di sungai tidak melulu tak bermanfaat. Beberapa sampah, seperti sampah kayu, bisa mendatangkan manfaat, bahkan pundi-pundi rupiah. Seperti yang dilakukan oleh komunitas Jagakali.

Dengan di bawah naungan Sinau Art Cirebon, komunitas ini mengubah sampah-sampah kayu yang ditemukan di sungai, menjadi barang-barang kerajinan tangan yang memiliki nilai jual. Bahkan, ada beberapa kerajinan yang unik.

Menurut salah satu pengrajin kayu di Komunitas Jagakali, Toing (25), sampah-sampah yang diambil adalah kayu yang masih bisa diolah. Kemudian, diukir dan dibentuk berbagai barang-barang, seperti kalung, cincin, ukiran lukisan kayu, talenan, talenan berukir, miniatur patung kayu, dan lain-lain.

“Anggota dan pengrajinnya dinaungi oleh Sinau Art Cirebon,” jelas Toing saat ditemui dejabar.id di event Gelar Produk dan Teknologi Hasil Hutan Provinsi Jawa Barat di halaman Gedung Negara BKPP Wilayah III, Jalan Siliwangi, Krucuk, Kota Cirebon, Minggu (9/12/2018).

Menurut Toing, barang-barang hasil olahan kayu sampah sungai tersebut dijual secara online. Komunitas Jagakali juga kerap hadir jika ada event-event di Cirebon dan sekitarnya. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan Komunitas Jagakali dan barang-barang hasil produksi.

“Alhamdulilah penghasilan bisa mencapai Rp2 juta dan bisa menutupi biaya produksi,” pungkasnya.(Jfr)