DEJABAR.ID, SUBANG – Ketua Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan Rakhyang Mandalajati Evi Silviadi mengungkapkan, jika yang dikatakan Presiden Jokowi tentang desa di Indonesia yang harus tersambung internet pada realitasnya belum terwujud sepenuhnya.
“Walaupun menurut Bupati Subang ada program desa wisata, bahkan kami memiliki program Subang sebagai poros maritim berbasis rempah dimana lokasinya banyak di pelosok, karenanya Galuh Pakuan terus berupaya melakukan pemberdayaan masyarakat karena jika dirinya sudah berdaya (menerima digitalisasi, red) akan menerima semua program dari pemerintah secara positif,” ungkapnya, Kamis (20/06/2019).
Menurut Evi Silviady, hampir 50% desa di kabupaten Subang bahkan tidak terhubung internet dengan berbagai kendala, gunung, hutan dan perkampungan yang jauh akses informasi dan komunikasinya,
”Jadi di Subang ada yang masih menggunakan smartphone, komputer tanpa sambunhan internet,” ungkap Evi Silviadi yang juga penggiat budaya Sunda.
Saat menghadiri rapat kegiatan literasi dan pandu yang diselenggarakan di Direktorat Pemberdayaan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika di Hotel Novotel, Jalan Gajah Mada No.188 Jakarta Barat, Rabu kemarin (19/06/2019). Evi Silviadi juga menyampaikan hal tersebut tentang masih minimnya akses internet di Kabupaten Subang yang hampir 50 persen desa di Subang belum tersambung internet.(Ahy)
Leave a Reply