Press ESC to close

Mengenal Pangan B2SA, Pengganti 4 Sehat 5 Sempurna

  • March 13, 2019

DEJABAR.ID, CIREBON-Istilah 4 sehat 5 sempurna mungkin sudah sangat familiar bagi masyarakat Indonesia. Istilah tersebut merupakan anjuran makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat. Namun sayangnya, istilah tersebut sudah lama tidak berlaku, dan sudah digantikan oleh Pangan Beragam Bergizi Seimbang Aman (B2SA).
Menurut Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kota Cirebon, Elmi Masruroh, sangat disayangkan jika Pangan B2SA masih belum gencar disosialisaikan oleh pemerintah, dan masih kalah pamor dari 4 sehat 5 sempurna.
Padahal, lanjutnya, Pangan B2SA sudah masuk dalam Undang-Undang Pangan no. 18 tahun 2012, yang membahas tentang kewajiban pemerintah untuk mewujudkan penganekaragaman makanan dengan B2SA. Karena melalui itu, makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat akan lebih bervariasi dan lebih sehat dibandingkan 4 sehat 5 sempurna.
“Karena sekarang makanan 4 sehat 5 sempurna justru akan menimbulkan obesitas,” jelasnya saat ditemui dejabar.id di Kantor DPPKP Kota Cirebon, Jalan Kalijaga Kota Cirebon, Rabu (13/3/2019).
Di dalam makanan 4 sehat 5 sempurna, lanjutnya, semuanya dipukul rata untuk semua jenis umur dan kelamin. Bahkan dengan tambahan susu yang jelas-jelas sudah mengandung protein. Di Pangan B2SA sendiri, masyarakat bisa mengonsumsi makanan yang beragam.
Dia mencontohkan, dalam satu piring, setidaknya terdapat sepertiga nasi atau karbohidrat, sepertiga sayuran, seperenam lauk, dan seperenam buah, dengan minum yang hanya air putih saja. Dengan begini, maka makanan yang dikonsumsi akan cukup vitamin, protein, dan mineral.
“Minum susu tidak dianjurkan, karena sudah mengandung protein. Susu hanya untuk anak-anak yang membutuhkan pertumbuhan, serta lansia yang membutuhkan susu untuk kalsium,” tuturnya.
Dengan cara begini, tambahnya, maka bisa menciptakan generasi penerus dan sumber daya manusia yang sehat, berkelanjutan, dan produktif. Karena makanannya sudah bergizi. Meskipun tidak mewah, menurut Elmi, asalkan kebutuhan gizinya tercukupi.
“Hanya saja, sekarang masih belum gencar disosialisaikan pola B2SA ini,” pungkasnya.(Jfr)
 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *