Press ESC to close

DPR RI Dukung Ide Pengembangan Kawasan Heritage Port di Pelabuhan Cirebon

  • January 3, 2020

Dejabar.id, Cirebon – Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron, mendukung gagasan untuk membuat Heritage Port yang ada di kawasan Pelabuhan Cirebon. Hal tersebut diungkapkannya saat reses di Kantor Pelindo II Cirebon, Kamis (2/1/2020).

“Saya sangat mendukung gagasan untuk mengembangkan kawasan Heritage Port di Pelabuhan Cirebon,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Kang Hero ini melanjutkan, adanya Heritage Port ini dikarenakan kawasan Pelabuhan Cirebon banyak terdapat bangunan tua. Bangunan-bangunan tersebut, dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda, demi mendukung kegiatan di Pelabuhan Cirebon pada masa lalu.

“Bahkan sebelum adanya pelabuhan Batavia, Pelabuhan Cirebon sudah ramai oleh perdagangan internasional,” tuturnya.

Dengan begitu pentingnya Pelabuhan Cirebon, lanjutnya, maka hal ini sangat penting untuk meningkatkan perekonomian di Cirebon. Karena, dengan dijadikan sektor pariwisata kota tua, maka masyarakat juga akan ikut naik taraf ekonominya.

Selain itu, tambahnya, dirinya juga mendukung dengan upaya untuk membangun Selter pelabuhan. Selter ini berfungsi sebagai transportasi pengganti darat. Sehingga, barang-barang atau kontainer yang dikirim dari Tanjung Mas ataupun Tanjung Perak, bisa berhenti di Pelabuhan Cirebon. Mereka tidak perlu lagi melalui jalur darat untuk membawanya ke Tanjung Priuk.

“Inilah yang dinamakan tol laut, sehingga kemacetan di darat akibat angkutan barang bisa diatasi,” tuturnya.

Sementara menurut General Manager Pelindo II Cirebon, Wahyu Pradityo, Heritage Port ini nantinya akan memanfaatkan bangunan-bangunan kuno di Pelabuhan Cirebon, untuk dijadikan potensi pariwisata. Karena, bangunan-bangunan tersebut sudah masuk dalam kategori cagar budaya dan tidak boleh dibongkar maupun dihancurkan.

“Sehingga, daripada tidak dimanfaatkan dan dibiarkan kosong, lebih baik dijadikan potensi wisata. Nantinya juga perkonomian masyarakat akan ikut naik,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, dalam waktu dekat juga pihaknya sedang berkoordinasi untuk membuat terminal header dari pelabuhan Cirebon menuju Jakarta. Tujuannya untuk mengurangi beban jalan di Pantura dan Tanjung Priuk.

“Dengan adanya terminal baru, maka ada split modality dari terminal Cirebon menggunakan kapal menuju Tanjung Priuk,” pungkasnya.(Jfr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *