DEJABAR.ID – Tidak hanya terkenal dengan fashion dan kuliner, Bandung juga adalah sebuah kota yang menjadi pusat perkumpulan pemuda dan pejuang di era kemerdekaan pada 1945-1949 di Jawa Barat.
Tempat-tempat yang pernah dijadikan pertemuan dan tempat untuk menyusun strategi melawan para penjajah masih berdiri dan menjadi saksi bisu hingga saat ini meskipun sebagian dari gedung-gedung itu beralih fungsi menjadi kantor atau digunakan untuk kantor intansi pemerintahan.
Ini lah 7 tempat yang menjadi lokasi bersejarah bagi para pahlawan bangsa.
1. Rumah dan Markas Kolonel AH Nasution
Nama Kolonel AH Nasution kini dijadikan nama jalan, dan ia adalah seroang yang memilki pengaruh besar dan menjadi orang penting di tentara pejuang. Pada saat itu, ia menjadi pemimpin tentara Indonesia dan memerintahkan untuk meninggalkan Bandung dan membumihanguskan aset Indonesia dipakai Belanda.
2. Pertigaan Lengkong Dalam – Lengkong Tengah
Tempat bersejarah ini adalah salah satu tempat yang dibombardir oleh tentara Inggris pada 6 Desember 1945. Padahal masyarakat Indonesa dan Belanda juga banyak yang bermukim di sana..
3. Kantor Berita Domei
Salah satu tempat yang berada di antara Jalan Ir H Djuanda dan Sultan Agung. Gedung ini pada masa lerjuanhan memiliki leran penting sebagai media untuk menyebarkan berita mengenai proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
4. Gedung Denis
Di gedung ini terjadi aksi heroik dua pejuang yang bernama, E Karmas dan Moeljono yang telah merobek bendera Belanda menjadi merah putih di menara tinggin gedung Denis.
Namun saat ini, gedung Denis sendiri telah beralih fungsi menjadi kantor BJB yang letaknya sendri berada di perempatan jalan Braga dan Naripan. Gedung ini masih berdiri kokoh di belakang tugu Braga
5. Markas Resimen 8 di Asia Afrika
Tempat ini pernah menjadi tempat pertemuan antara pejuang dan tentara Belanda pada Oktober 1945. Namun sekarang gedung ini beralihfungsi menjadi kantor asuransi. Loksi gedung ini yaitu berada tepat di depan Masjid Raya Bandung di jalan Asia Afrika.
6. Viaduct (jembatan di atas jalan)
Menurut keterangan Ketua DPC LVRI Bandung, Patmo Notowisastro, di tempat ini pernah terjadi pertempuran melawan penjajah. Tempat tersebut pernah menjadi saksi perjuangan laskar wanita.
“Di situ ada rel kereta api, di sebelah utara itu disebut Bandung Utara, itu daerah sekutu, dan di selatan itu wilayah pribumi, pertemuan keduanya di rel situ,” ujarnya.
7. Gedung Pemancar Nirom
Gedung pemancar Nirom ini adalah kantor radio bekas Jepang yang digunakan oleh pejuang. Dan gedung ini berfungsi sebagai penyebar informasi dan berita-berita proklamasi ke seluruh Indonesia, lokasi gedung ini berada di Jalan Moh Toha ada gedung yang berfungsi sebagai penyebar berita proklamasi ke seluruh Indonesia. (yga)
Leave a Reply