DEJABAR.ID, BANDUNG – Setelah menunggu waktu yang cukup lama akhirnya provinsi Jawa Barat memiliki Gedung Badan Narkotika Nasional di Jalan H. Hasan, No.1 Soekarno Hatta, Kota Bandung.
Peresmian ini dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Ketua DPRD Provinsi Jabar, Ineu Purwadewi, Mayjen Tri Suwardono, Pangdam III Siliwangi, Irjen Polisi, Agung Budi Maryoto, Kapolda Jabar dan Walikota Bandung, Oded M Danial.
Pada saat yang bersamaan, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komjen Heru Winarko melaporkan fakta baru terkait narkotika dan psikotropika di Jabar.
” Kami perlu lapor, di Jabar ini ada 15 lokasi yang terpapar narkoba. Paling banyak di Kota Depok ada sembilan tirik. Kota Bandung sendiri ada satu titik. Lalu ada Cirebon, Bogor dan Sukabumi,” ujarnya.
Heru juga menjelaskan ada dua yang menjadi pelakunya baik tersangka dan pengedar. Untuk wilayah Depok sendiri Pemprov Jabar berkoordinasi dengan BNN Kota Depok yang pasalnya secara hukum berada di bawah Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya.
Yang menjadi mirisnya adalah sebagian yang menjadi pengedar berasal dari kaum ibu-ibu.
“Mungkin karena faktor ekonomi juga sih banyak pengedarnya yang dari kaum ibu,” lanjutnya.
Heru menambahkan Jabar sendiri populasi penduduknya mencapai 20 persen populasi nasional,prevelenasi pengguna narkotikanya mencapai 1,7 persen atau rata-rata nasional yang berarti kurang lebih ada 800 ribu hingga 900 ribu pengguna.
“Kita ajak Pemprov Jabar untuk sama-sama menggarap kampung tersebut supaya bisa lepas dari jerak narkoba sehingga ekonomi mereka bisa berdaya tanpa menggantungkan diri dari narkoba,” tutupnya. (eca)
Leave a Reply