Press ESC to close

Keren, Lahan Kurang Produktif di Cirebon Timur Disulap Menjadi Pertanian Melon

  • February 26, 2019

DEJABAR.ID, CIREBON – Wilayah Cirebon Timur cukup banyak ditemukan pertanian garam dan industri. Namun, ternyata cukup banyak juga lahan pertanian yang kurang produktif. Hal tersebut membuat Kuwu (Kepala Desa) Desa Kaligawe Wetan berinisiatif menyulap lahan tersebut menjadi pertanian melon.

Kuwu Asikin, atau yang akrab disapa Ikin, selaku Kuwu Desa Kaligawe Wetan, Kecamatan Susukan Lebak, Kabupaten Cirebon, buah melon selama ini kurang begitu diminati oleh para petani di Cirebon. Buah melon sendiri termasuk dalam suku timun-timunan, yang masih satu kerabat dengan buah semangka, blewah, dan timun suri.

Untuk itu, dirinya terjun bertani melon pada saat musim penghujan, karena memiliki tanah yang cocok untuk tanaman melon. Selain itu, dengan adanya dorongan kuat dari petani melon yang datang, dan ingin menyewa lahan kurang produktif pada lahan bengkok.

“Ini sebenarnya kebetulan, di mana lahan bengkok yang dulunya disewa untuk tanaman tebu, sekarang tidak laku,” jelasnya saat ditemui dejabar.id di area lahan pertanian melon Desa Kaligawe Wetan Susukan Lebak Kabupaten Cirebon, Selasa (26/2/2019).

Ikin menjelaskan, dirinya mulai bertanam melon sejak awal tahun 2019. Adapun melon yang ditanam, berada di lahan seluas 3,5 hektar yang merupakan hasil kerja sama. Dirinya menggarap 1 hektar, sedangkan yang 2,5 hektar digarap oleh petani yang ahli menanam melon.

Dengan masa tanam yang singkat pada tanaman melon, lanjut Ikin, tentunya dapat memberikan peluang ekonomi yang menjanjikan. Selain itu, bertani melon bisa menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

“Bertani melon bisa menyerap tenaga kerja lokal yang lumayan banyak. Untuk satu hektar lahan saja membutuhkan 10 orang pekerja setiap harinya sampai masa panen,” tuturnya.

Ikin melanjutkan, ke depan semua lahan tadah hujan di sini akan ditanami melon. Karena, masih ada sekitar 45 hektar lahan kurang produktif di sini. Adapun beberapa PR ke depannya adalah pada pasokan air dari Sungai Cimanis yang bendungannya rusak, sehingga aliran air di kala musim kemarau kurang maksimal.

“Kami sangat berharap pihak dinas terkait bisa membantu dalam sistem irigasi untuk lahan pertanian di sini,” pungkasnya. (jfr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *