Anak Muda Kota Cirebon Tolak Politisasi Agama dan Uang Jelang Pemilu


DEJABAR.ID, CIREBON – Memasuki musim Pemilu 2019 ini, banyak sekali yang melakukan berbagai cara untuk mengkampanyekan dirinya kepada masyarakat. Bahkan, ada yang rela melakukan politisasi agama dan uang demi memenangkan ajang lima tahun sekali tersebut.
Politisasi agama dan uang dalam Pemilu 2019 ini tentunya banyak menuai pro dan kontra. Sehingga, kerap terjadi bentrokan-bentrokan yang terjadi kepada kedua kubu, yang kemudian saling menjatuhkan.
Meskipun semakin gencar isu-isu tentang politisasi agama dan uang, di Kota Cirebon sendiri, terutama anak-anak muda yang sudah mempunyai hak memilih dalam Pemilu 2019, mayoritas menolak adanya politisasi agama dan uang. Hal tersebut berdasarkan survei yang dilakukan oleh Social Movement for Indonesia (SOFI) Institute kepada 200 responden anak muda di Kota Cirebon, dengan rentang waktu bulan Januari hingga Maret 2019.
Hasilnya, didapatkan data bahwa sebanyak 84,21% anak muda di Kota Cirebon menolak politisasi agama. Sedangkan sisanya, 15,79% menyatakan setuju.
Selain itu, untuk tren pandangan mengenai politik uang, sebanyak 47,31% anak muda di Kota Cirebon menilai hal tersebut tidak sesuai demokrasi. Lalu, 29,03% mengatakan hal tersebut melanggar Undang-Undang Pemilu, dan 20,43% mengatakan tidak mendidik masyarakat. Sedangkan sisanya, yakni 3,23% mengakan sah-sah saja
Menurut Direktur Eksekutif SOFI Institute, Abdurrahman Sandriyanie, fakta tersebut membuktikan bahwa anak-anak muda di Kota Cirebon mayoritas menolak politisasi agama dan uang dalam Pemilu 2019. Tentunya hal ini merupakan kabar gembira di tengah rentannya isu-isu agama yang dijadikan sebagai alat kepentingan politik.
“Anak-anak muda di Kota Cirebon cukup kritis dalam menilai politisasi agama dan uang dalam Pemilu,” jelasnya saat ditemui awak media usai diskusi launching penelitian SOFI Institute di Continuum Space, Jalan Perjuangan Kota Cirebon, Jumat (12/4/2019) sore.
Pria yang akrab disapa Oman ini berharap, dengan mayoritas anak-anak muda di Kota Cirebon yang menolak politisasi agama dan uang, bisa menjadikan kontestasi Pemilu 2019 ini disikapi secara cerdas dan tidak mudah terpengaruh isu-isu yang tidak jelas, yang bisa memecah persatuan dan kesatuan.
“Semoga anak-anak muda di Kota Cirebon semakin cerdas dalam gelaran Pemilu 2019 ini,” pungkasnya.(Jfr)