Press ESC to close

Angka Kemiskinan Turun Signifikan, Bupati Pangandaran Arahkan TKPKD Benahi Data Terbaru

  • July 3, 2019

DEJABAR.ID, PANGANDARAN – Selama tiga tahun terakhir angka kemiskinan di Kabupaten Pangandaran berdasarkan Data Makro (besar) mengalami penurunan yang cukup signifikan. Namun, untuk Data Mikro (kecil) harus ada beberapa penyesuaian dan perbaikan data.


Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) wilayah Ciamis dan Pangandaran, Nevi Hendri menyebutkan, bahwa angka kemiskinan secara Makro terjadi penurunan dari angka 10 persen menjadi 8 persen  selama tiga tahun terakhir.  

“Tetapi validasi dan verifikasi data kemiskinan mikronya memang harus ditingkatkan terutama by name by address, karena BPS hanya mendata secara Makro saja,” ujarnya kepada dejabar.id, Rabu (03/07/2019).


Hendri mengatakan, Bupati Pangandaran sudah mengarahkan kepada Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD), untuk membenahi data kemiskinan terbaru. 


“Kalau sudah dibenahi di tingkat mikro, saya yakin tidak ada lagi perbedaan pada data dan realitas di lapangan,” sebutnya. 


Namun, sambung Hendri, jika kedepannya data kemiskinan mikro di Pangandaran sudah rapi, maka akan mempermudah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dalam pengentasan kemiskinan. Secara sistem, yang belum masuk BDT (Basis Data Terpadu-red) sudah bisa masuk. 


“Indikator untuk menentukan tingkat kemiskinan secara makro, dilihat dari garis kemiskinan makanan dan non makanan. Untuk garis kemiskinan makanan merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan dengan 2100 kilokalori perkapitat. Sementara itu indikator penentuan kemiskinan Mikro ada variabel multifungsi dimulai dari aspek demografi, fasilitas, aset dan pendidikan,” papar Hendri.

Sementara itu, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menegaskan, pihaknya akan mulai merapikan data kemiskinan mikro, agar dalam pengentasan kemiskinan jelas sasarannya.

“Untuk masalah pendidikan sudah merata semuanya, yang akan kita perbaiki soal data penerima manfaat pelayanan kesehatan, baik dari BPJS maupun Kertawaluya,” tegasnya. 

Jeje mengatakan, bahwa mereka akan melihat lagi data kemiskinan berdasarkan pendapatan dan pengeluaran serta beberapa indikator lainnya.

“Intinya kita akan rapihkan dulu semuanya,” tutupnya. (dry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *