
DEJABAR, MAJALENGKA – Banyak cara dilakukan untuk mengurangi bau tak sedap yang ditimbulkan sampah rumah tangga.
Salah satunya dengan memanfaatkan ulat Maggot atau Belatung. Seperti yang dilakukan salah seorang Babinsa Koramil 1716/Dawuan.
Ulat Maggot atau Belatung Lalat Hitam, dimanfaatkan Prajurit Kodim 0617/Majalengka ini, sebagai media pengurai sampah organik. Seperti sayuran, buah, nasi dan roti atau pun lainnya.
Salah seorang Babinsa Koramil 1716/Dawuan yang memelihara ulat Maggot, Serka Nurinto mengaku, dirinya mengembangkan ulat Maggot secara tradisional. Awalnya mengembangkan maggot tersebut, karena masalah sampah rumah tangga yang berada di desanya.
“Hampir setiap hari sampah organik dibuang begitu saja. Sehingga saya coba budidaya maggot untuk mengurangi sampah organik tersebut. Kebetulan juga ada sedikit ilmu,” Kata Serka Nurinto yang merupakan lulusan Pendidikan militer Secata 1993.
Menurut pria kelahiran Indramayu 1973 ini, bahwa budidaya maggot tidak sulit. Super mudah, makanan maggot juga sampah organik yang di dapat dari para tetangga rumahnya di Desa Girimukti, Kecamatan Kasokandel, Kabupaten Majalengka.
“Jadi kalau ada sampah sayuran atau buah ya, itu saya beri makan ke Maggot. Namun, untuk permentasi pakan Magot ini, kita menggunakan teknologi Bios 44 DC,” Ucap suami dari Wiherti yang juga merupakan seorang bidan tersebut.
Karena dengan menggunakan agen hayati Bios 44 DC ini, menurut ayah dua anak ini, pakan Magot dari sampah organik tersebut bisa bertahan lama atau tidak cepat bau.
Bahkan, Magot juga lebih suka jika pakannya itu, di permentasi dengan menggunakan Bios 44 DC dan hasil produktifitas Magotnya juga begitu bagus.
“Selain bisa mengurai sampah organik, ulat Maggot kami manfaatkan juga sebagai pakan ternak ayam saya. Sehingga melalui budidaya Magot ini juga ada nilai ekonomisnya,” Ujar prajurit Secaba reg if 2007.
Serka Nurinto berharap, dengan beternak Magot tersebut, bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi sampah yang sampah saat ini menjadi permasalahan di setiap desa, kecamatan maupun di kabupaten.
“Semoga dengan beternak Magot ini, bisa membantu dan ikut untuk mengatasi masalah sampah tersebut,” Harapnya.
Sementara itu, Dandim 0617/Majalengka, Letkol Inf Andik Siswanto mengungkapkan, budidaya ulat Magot yang dilakukan anggotanya dapat ditiru oleh anggota lainnya maupun warga masyarakat.
Hal ini, kata Dandim, juga untuk menciptakan lingkungan bersih dari sampah dan memberi nilai ekonomis bagi yang memiliki ternak.
“Kami sangat mendukung yang telah dilakukan oleh Serka Nurinto tersebut. Karena, dengan budidaya Magot, secara tidak langsung, Serka Nurinto juga sudah membantu menangani permasalahan sampah yang ada di masyarakat,” Jelasnya. (Jfn)
Leave a Reply