Press ESC to close

Bayi Kembar Siam Asal Subang Hari Ini Jalani Operasi Pemisahan di RSHS Bandung

  • November 14, 2018

DEJABAR.ID, SUBANG-Bayi kembar siam asal Subang M. Nurhidayah dan Nursyafaat hari ini Rabu(14/11/2108), menjalani operasi pemisahan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.
Bayi yang lahir pada April 2018 lalu di salah satu klinik di Kabupaten Subang ini lahir dalam kondisi memilik satu alat kelamin laki-laki, hanya punya satu anus, kaki hanya tiga, tubuh berdua itu dempet di bagian bawah dan kaki-kaki mengarah ke samping.
Oleh kedua orangtuanya Dini Pratiwi dan Ajis bayi kembar siam ini diberinama Muhamad Nur Hidayah dan Muhamad Nur Syafaat.
Sementara itu, orangtua kembar siam Dini Pertiwi berharap, operasi pemisahan anak ketiga dan keempatnya ini dapat berjalan dengan lancar.
“Saya berharap operasinya lancar, semuanya diberikan kesehatan. Doa terbaik untuk anak-anak saya,” ungkapnya.
Sebelum menjalani operasi hari ini, beberapa hari belakangan ini bayi kembar Siam Muhamad Nur Hidayah dan Muhamad Nur Syafaat banyak mendapat simpati warga
Seperti halnya Dandim dan istri Kasdam III Siliwangi memberikan support baik moril maupun materil terhadap bayi kembar Siam tersebut
Dalam kunjungannya tersebut, Dandim Subang menjalankan amanat dari Ibu Evi Nurchahyanto selaku Wakil Ketua persit Pangdam III siliwangi (Ibu Kasdam III Siliwangi) untuk menemui langsung kedua orang tua bayi kembar siam berjenis kelamin laki-laki itu sekaligus memberikan tali kasih sebesar Rp10.000.000.
Dalam kunjungannya, Dandim 0605 Subang Letkol Arh Edi Maryono menemui langsung kedua orang tua bayi kembar siam itu yakni, Dini pertiwi dan Ajis.
“Orangtua mana yang kuat melihat anaknya dalam kondisi seperti itu? Lahir dengan ketidak sempurnaan. Namun, mungkin ini bukanlah sebuah cobaan melainkan anugerah yang diberikan oleh Allah kepada orang-orang yang kuat,” kata Edi Maryono di sela-sela kunjungannya ke rumah bayi kembar siam saat memberikan bantuan.
Ia berharap, ke depan tidak ada lagi kejadian yang sama. Dimana lahirnya bayi kembar siam seperti dialami pasutri Dini Pertiwi dan Ajis.(Ahy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *