Press ESC to close

Belasan Pelajar di Majalengka Diamankan Saat Hendak Ikut Aksi Demo, Begini Tanggapan Bupati

  • October 1, 2019

dejabar.id, Majalengka – Bupati Majalengka, Karna Sobahi menanggapi terkait belasan pelajar yang diamankan untuk aksi unjuk rasa, pada Selasa (1/10/2019) kemarin.

Para pelajar dari berbagai sekolah swasta di Kabupaten Majalengka tersebut, diamankan pihak kepolisian karena diduga ingin mengikuti aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa Majalengka.

Setidaknya 17 pelajar dari berbagai sekolah berhasil digiring petugas kepolisian Majalengka untuk dibawa ke kantor.

Para pelajar tersebut tampak menunduk saat diamankan tidak jauh dari lokasi aksi mahasiswa di Gedung DPRD Kabupaten Majalengka.

Bupati Karna Sobahi mengaku, pemerintah daerah mengaku, sebelumnya sudah bertemu dengan para kepala sekolah dan Kepala Dinas Pendidikan di Kabupaten Majalengka untuk mencegah para siswanya agar tak bolos sekolah.

Pemda juga, kata dia, sudah melaksanakan rapat koordinasi dengan unsur Forkopimda, DPRD, Organisasi Masyarakat, dan termasuk para perwakilan peserta aksi unjuk rasa.

“Saya baru tahu ada anak SMK ikut terlibat dalam demo tersebut, karena kita sudah sepakat kepada para Kepala SMK pada hari Senin kemarin, semua guru menjaga sekolahnya masing-maisng,” ungkap bupati, saat ditemui seusai peringatan Hari Pancasila, Selasa (1/10/2019).

Bupati Majalengka menyampaikan, bahwa pihaknya juga sudah bekerja sama dengan para Kapolsek dan dari Polres Majalengka untuk menjadi pembina upacara pada ucapara yang setiap hari Senin diselenggarakan di sekolah-sekolah.

Selanjutnya, disampaikan dia, para pihak kepolisian juga melakukan pembinaan-pembinaan terhadap para siswa khususnya siswa STM (SMK).

“Saya akan minta pertanggungjawaban kepada kepala sekolah yang anak didiknya itu ditangkap, karena kita sudah sepakat bahwa hari Senin (hari dimana unjuk rasa berlangsung) masing-masing kepala sekolah bertanggung jawab agar anaknya tidak ikut demo,” ucapnya.

Bupati Karna menambahkan seharusnya para siswa tersebut tetap berada di sekolah dan belajar, bukan justru ikut aksi dalam unjuk rasa tersebut.

“Saya belum mengarah ke sana (melakukan sanksi) kepada pihak sekolah, karena kita belum tahu sekolah mana yang anaknya terlibat dalam unjuk rasa tersebut,” tandasnya. (jja)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *