
Dejabar.id, Majalengka – Sedikitnya 8 unit rumah warga di Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, terancam longsor. Hal itu menyusul abrasi sungai Cimanuk yang letaknya berdekatan dengan sejumlah rumah warga tersebut.
Masyarakat berharap ada perbaikan abrasi Sungai Cimanuk yang ada di Desa Randegan Wetan, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Kepala Desa Randegan Wetan, Ahmad Umbara menjelaskan, abrasi tersebut terjadi di dua blok. Yakni, Blok Saluyu dan Blok Bojong Seler dengan panjang masing-masing tanggul yang terkikis 50 meter dan 100 meter.
Sedangkan, kata dia, jarak dari bibir sungai ke permukiman warga sudah sekitar 0,5 meter. Hal ini, karena setiap tahun, jarak antara sungai dengan pemukiman warga semakin dekat akibat air yang terus mengikis.
“Kondisi tersebut sudah terjadi kurang lebih 5 tahun sebelum saya menjadi kepala desa. Bahkan lokasi abrasi tersebut juga sudah ditinjau oleh Bupati Majalengka,” katanya.
Namun hingga kini, menurut Umbara, belum ada realisasi. Selain itu, pihak pemdes juga sudah melayangkan surat yang ditujukan kepada balai besar wilayah sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung.
“Tujuannya untuk mengajukan permohonan perbaikan di kedua lokasi itu. Namun, surat tersebut dikembalikan karena BBWS mengklaim wilayah yang merupakan tanggungjawabnya hanya di blok Saluyu yang abrasi sepanjang 50 meter,” ujarnya.
Sementara, lanjut dia, abrasi di blok Bojong Seler, yang panjangnya kurang lebih 100 meter, kewenangannya ada di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Majalengka.
“Surat sudah kita layangkan pada 12 Desember 2019 lalu. Bahkan, surat sudah masuk ke BBWS dan tanggal 6 Januari 2020 ke PSDA, karena waktu itu kewenangannya masih di PSDA bukan di PUTR,” ucapnya.
Selain itu, dijelaskan Umbara, bahwa masyarakat juga sering mengeluh, sebab meskipun sering dikunjungi namun tidak ada dampak yang berarti. (jja)
Leave a Reply