DEJABAR.ID, SUBANG – Pimpinan Pondok Pesantren Darul Falah Subang, Ridwan Hartiwan mengajak para santri lebih peduli olahraga bukan semata-mata untuk kesehatan tapi juga membina prestasi.
Hal ini akan diwujudkan dalam program latihan intensif beberapa cabor di pesantren, menurut Ridwan program tersebut tak menganggu program keagamaan dan sekolah di pesantren justru akan melahirkan atlet-atlet jebolan pesantren dimasa yang akan datang.
“Kami ada rencana untuk siswa yang dewasa atau tingkat SMA atau yang memiliki bakat olahraga lebih diberdayakan dalam cabor khusus, artinya ada pembinaan intensif dalam rentang waktu yang panjang,” ucapnya.
Menurut Ridwan, dia telah berbincang dengan Ketua Lembaga Adat Karaton (LAK) Galuh Pakuan terkait cabor yang akan dilakukan pembinaan di Pondok pesantren, diantaranya Panahan, Tenis Meja atau Tinju seperti olahraga Muaythai juga.
“Kang Raja Galuh Evi Silviady itu Pengurus KONI Jabar bidang Bina Prestasi beliau mendukung program tersebut, Kami juga berbincang dengan ketua KONI Subang soal rencana pembinaan intensif atlet dari kalangan santri di Pondok Pesantren beliau juga mendukung program ini,” ucapnya.
Menurutnya, pada tahun pelajaran 2019/2020 program penerimaan siswa baru (psb) untuk tingkat SLTA yang akan dikolaborasi dengan pembinaan cabang olahraga khusus seperti tenis meja, tinju, panahan atau olahraga lainnya.
Semintara itu Ketua KONI Subang Yoyo Kuswiryo menyambut baik Pembinaan olahraga berbasis pondok pesantren untuk mencetak atlet-atlet olahraga Subang khususnya menjelang Porda Jabar Tahun 2022 dimana Subang menjadi tuan rumah.
“Sebagai salah satu pendidikan formal, pesantren perlu ditingkatkan dalam pembinaan olahraganya. Bila perlu kita rintis pesantren berbasis olahraga,” katanya kepada wartawan, Jumat (8/2/2019).
Dikatan Yoyo pembinaan olahraga dari pesantren menjadi bagian dari membangun prestasi dari pinggiran. ”Ini perlu diberdayakan dengan benar supaya potensi atlit dikalangan santri juga terpantau dan saya yakin banyak potensi di sana (pesantren),” katanya
Hal senada dikatakan Wakil Ketua Bidang Prestasi KONI Provinsi Jawa Barat, Evi Silviadi pembinaan Pesantren Berbasis Olahraga sangat penting.
“Disamping mengoptimalkan peran pesantren sekaligus mencari bibit unggul yang berpotensi mencetak prestasi,” katanya.
Karena menurut Evi, banyak prestasi diraih oleh atlit yang kebanyakan dari daerah. “Maka saya setuju kalau ini jadi bagian membangun prestasi dari pingiran sejalan dengan Program Nawa Cita,” katanya lagi.
Untuk langkah pertama pihaknya akan mencari pesantren yang bersedia dijadikan Pilot Project untuk membangun prestasi olahraga.
“Saya sudah bersilaturahim dengan Pesantren Darul Falah dan kelihatannya sudah gayung bersambut. Tinggal kita tindaklanjuti,” tuturnya.
Dikatakan Evi dirinya ingin fasilitasi olahraga bisa dirasakan juga oleh masyarakat di pedesaan.
“Hal fasilitas olahraga jangan hanya bisa dinikmati orang kota saja. Orang desa juga bisa merasakannya,” tegasnya.
Menurut Evi, Program Olahraga berbasis Pesantren ini menjadi bagian dari pembinaan olahraga sampai ke pelosok.
“Kadang masyarakat pinggiran ‘kebingungan’. Padahal mereka memiliki potensi prestasi,” imbuhnya.
Dirinya juga ingin terus meningkatkan prestasi dengan perolehan medali emas. “Terakhir kita memperoleh 13 medali emas. Ini perlu diperbanyak lagi dengan pembinaan di cabor lainnya,” tuturnya.
Dikatakan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah, Ridwan Hartiwan, pihaknya menyambut baik apa yang diprogramkan dengan bersinergi bersama Organisasi yang kompeten mengurusi olahraga itu, menurutnya salah satu prestasi olahraga menjadi bagian penting dalam Program Jawara-nya Subang.(Ahy)
Leave a Reply