DEJABAR.ID, CIREBON – Kota Cirebon menargetkan kunjungan 2 juta wisatawan per tahun. Karena itu, demi menjadikan Kota Cirebon sebagai daya tarik para wisatawan, Pemerintah Kota Cirebon akan menggelar Cirebon Festival (Cifest) di tahun 2019 ini.
Menurut Wakil Walikota Cirebon, Eti Herawati, Cirebon Festival ini akan menyajikan berbagai pagelaran seni dan budaya khas Cirebon. Sehingga diharapkan tidak hanya mampu menarik wisatawan lokal saja, tetapi juga wisatawan manca negara.
“Begitu banyak aset dan potensi wisata yang kita miliki. Mulai dari keraton, wisata religi, hingga wisata pantai yang belum kita gali secara optimal. Karena itu, melalui Cifest ini diharapkan bisa sebagai pendorong berbagai kegiatan seni dan budaya lainnya di sepanjang tahun ini di Kota Cirebon,” jelasnya, Kamis (10/1/2019).
Cifest sendiri merupakan kolaborasi kegiatan seni dan budaya yang digelar Pemerintah Daerah Kota Cirebon bekerja sama dengan Foris event organizer. Cifest rencananya akan digelar pada 16 dan 17 Februari 2019 mendatang dan dilanjutkan pada 23 Februari dengan tajuk Sound Of Sunyaragi.
Menurut Foris Director, Andry Prihartono, pada 16 Februari 2019 mendatang akan digelar pesta rakyat. Pesta tersebut merupakan display untuk pariwisata dan budaya di Kota Cirebon. Nantinya, akan ada kolaborasi talent dan model nasional dengan seniman lokal.
Pada hari yang sama juga akan ditandatangani MoU untuk bidang pendidikan budaya dan pariwisata antara Kota Cirebon dengan salah satu provinsi di Korea Selatan. Selain itu, juga ada video mapping untuk pertama kalinya di Kota Cirebon.
Sedangkan pada hari kedua, yakni 17 Februari 2019, lanjut Andry, akan digelar jalan budaya ke sejumlah heritage di Kota Cirebon. Selanjutnya pagelaran musik dan tari akan digelar pada 23 Februari dengan tajuk Sound Of Sunyaragi yang digelar di Goa Sunyaragi.
“Sound Of Sunyaragi ini akan menampilkan seniman Tohpati dan Dewa Budjana. Juga berkolaborasi dengan budayawan dan artis lokal Cirebon,” jelasnya.
Menurut Andry, Kota Cirebon sangat unik, karena memiliki wisata dan budaya yang unik yang bisa dijual untuk menarik dan menambah kunjungan wisatawan. Kondisi ini dipermudah dengan akses menuju Cirebon yang semakin mudah.
“Kita tinggal meramu, bagaimana caranya agar orang yang datang bisa menginap. Jadi tidak hanya datang pagi dan pulang sore,” pungkasnya.(Jfr)
Leave a Reply