Press ESC to close

Cirebon Command Center, Mata dan Telinganya Kota Cirebon

  • October 29, 2018

DEJABAR.ID-Sebuah layar LCD raksasa yang terdiri dari gabungan 12 LCD besar terpasang di dinding, dengan di bagian atasnya terdapat tulisan Cirebon ‘Command Center’. Di dinding bagian atas terdapat hiasan yang mengelilingi ruangan bermotif batik khas Cirebon, yakni Mega Mendung. Di kiri kanan ruangan terdapat layar besar bertuliskan Cirebon Command Center.
Di depan layar LCD raksasa, terdapat sebuah sekat melengkung, yang berisi sebuah sofa, sebagai tempat untuk menonton layar besar tersebut. Di belakang sekat melengkung tersebut, ada beberapa unit komputer di atas meja yang didesain unik.
Ruangan tersebut berornamen serba modern, dengan mayoritas diberi lampu berwarna biru. Seolah, kita berada di tempat command center yang sering ada di film-film bergenre sci-fi. Hanya saja, masih ada unsur tradisional, seperti hiasan batik di atas dinding, serta petugas operator yang menggunakan pakaian batik.
Itulah sekilas ruangan Cirebon Command Center yang baru saja diresmikan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Kementrian Telekomunikasi dan Informasi, serta Pj Walikota Cirebon, di lantai 2 Balai Kota Cirebon, Jalan Siliwangi Kota Cirebon, Senin (29/10/2018), usai menghadiri apel pelaksanan Hari Sumpah Pemuda. Command Center tersebut merupakan wujud dari implementasi program Cirebon Smart City.
Sebelumnya, ruangan tersebut adalah ruangan yang digunakan sebagai tempat rapat atau pertemuan di Balai Kota. Sekarang, pemerintah Kota Cirebon menyulap ruangan tersebut menjadi Cirebon Command Center bernuansa modern, yang digunakan untuk memberikan pelayanan berbasis teknologi di Kota Cirebon. Hal tersebut sangat kontras dengan bangunan Balai Kota Cirebon peninggalan penjajahan Belanda yang sudah berusia satu abad, yang masih tetap mempertahankan ciri khas arsitekturnya.
Menurut Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon, Iing Daiman, salah satu program yang ada di Command Center ini adalah Cirebon Mata Hatiku atau Memantau Kota Penuh Bahagia dengan CCTV-ku. Dalam program ini, telah terpasang puluhan kamera CCTV di beberapa titik di Kota Cirebon, untuk memantau keadaan di Kota Cirebon.
“CCTV ini terkoneksi dengan Area Traffic Control System (ATCS) Dishub Kota Cirebon. Sehingga, dari sini kita bisa memantau aktivitas lalu lintas di beberapa titik,” jelasnya.
CCTV juga, lanjut Iing, akan terhubung ke kantor-kantor pelayanan masyarakat Kota Cirebon. Bahkan, pemerintah Kota Cirebon juga meminta kepada pengelola hotel-hotel di Kota Cirebon agar memasang CCTV dan terintegrasi dengan Cirebon Command Center. Sehingga, segala bentuk kejadian yang tidak diinginkan bisa terpantau.
Selain Cirebon Mata Hatiku, Cirebon Command Center juga memiliki layanan kegawatdaruratan 112. Menurut Iing, jika terjadi kondisi gawat darurat seperti kebakaran, kecelakaan, dan lain-lain, masyarakat yang berada dekat dengan tempat kejadian bisa menghubungi 112 dan bebas pulsa.
“Jika ada kejadian yang gawat darurat seperti kebakaran, maka masyarakat cukup menghubungi 112 dari smartphone-nya. Maka dalam jangka waktu kurang dari 15 menit, instansi terkait akan datang melakukan penanganan,” tutur Iing.
Pelayanan 112 pun diujicobakan dengan disimulasikan. Dalam pantauan Dejabar.id, di layar LCD raksasa menampilkan adegan sebuah kebakaran yang terjadi di Alun-Alun Kejaksan. Kemudian, perwakilan dari Kementerian Kominfo mencoba menghubungi 112, dan mendapat penanganan. Lalu, hanya dalam waktu yang tidak lama, petugas pemadam kebakaran, petugas medis, kepolisian, dan Satpol PP langsung datang ke lokasi untuk menangani kejadian tersebut.
Meskipun itu hanya sebuah simulasi, tapi para petugas melakukan tugasnya seolah-olah kejadian itu memang benar adanya. Hal ini membuktikan bahwa layanan 112 memang layak dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat dalam penanganan masalah kegawatdaruratan.
“Layanan 112 dan pantauan CCTV ini 24 jam non stop. Sehingga, kita bisa melihat dan mendengar apa saja yang ada di Kota Cirebon. Dengan begitu, masyarakat bisa merasakan manfaatnya kapan pun,” jelas Iing.
Menurut Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, program layanan masyarakat Kota Cirebon ini sudah sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam bidang teknologi, terutama dalam program smart city. Bahkan, Kota Cirebon masuk urutan ke 5 di Jawa Barat sebagai daerah yang mengimplementasi smart city.
Dengan adanya program yang bagus ini, Uu berpesan agar masyarakat harus segera disosialisasikan. Karena, kalau masyarakat tidak tahu tentang adanya program ini, maka percuma saja pemerintah meluncurkan program ini.
“Pemerintah Kota Cirebon harus mensosialisasikan kepada seluruh masyarakat Kota Cirebon, supaya layanan ini bisa dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat,” jelasnya.
Hal senada juga dituturkan oleh Pj Walikota Cirebon, Dedi Taufik. Di momentum Hari Sumpah Pemuda ini, layanan Cirebon Command Center ini merupakan momentum untuk memberikan pelayanan yang lebih cepat bagi masyarakat kota Cirebon.
“Karena itu, layanan ini harus dipahami dan disosialisasikan, sehingga masyarakat bisa merasakan manfaatnya,” pungkasnya.(Jfr)
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *