Press ESC to close

Dalam Dua Tahun Ini 42 Orang TKI Subang Tewas, Hampir Semuanya adalah TKI Ilegal

  • January 8, 2019

DEJABAR.ID, SUBANG-Dari tahun ke tahun, kabar duka terus menyelimuti TKI asal Subang. Jumlah TKI asal Subang yang meninggal di luar negeri setiap tahunnya juga terus meningkat. Bahkan dari jumlah TKI asal Subang yang meninggal di luar negeri sebanyak 98% merupakan TKI ilegal.
Awal tahun 2019, satu orang TKI Subang kembali meninggal di Penang, Malaysia. Korban TKI yang meninggal bernama Asih warga Desa Lengkong, Kecamatan Cipeundeuy tewas di Malaysia karena sakit yang dideritanya.
Asih sudah menjadi TKW di Malaysia sejak 2003 lalu dengan berpindah-pindah tempat. Pada 2011, paspor Asih sempat dicekal Malaysia hingga 2012. Pada 2016, Asih kembali berangkat menjadi TKW di daerah Penang, Malaysia di perusahaan media.
Pada awal 2019, KBRI mengabarkan Asih meninggal dunia karena sakit darah tinggi akut yang diidapnya. “Keluarganya lapor ke kami, dan minta untuk dipulangkan ke tanah air,” kata Kasie Penempatan tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Indra Suparman
“Alhamdulilah jenazah Asih sudah tiba di tanah air dan dimakamkan di tempat kelahirannya Minggu (6/1/2019),” imbuhnya.
Meninggalnya Asih, menjadi TKW asal Subang pertama yang meninggal dunia di tahun 2019. Sementara pada 2018 lalu, jumlah TKI yang meninggal dunia di negara tempat kerja sebanyak 29 orang, sedangkan tahun 2017 sebanyak 12 orang
Di balik meninggalnya Asih, mengungkap fakta baru soal proses rekrutmen dan administrasi TKW asal Subang. Menurut Indra, nama Asih tidak terdaftar di buku Disnakertran. Bahkan nama Asih merupakan nama samaran, yang dalam surat keterangan (suket) pengganti KTP e, di alamat yang sama tertulis nama Ramsih.
“Disdukcapil mengeluarkan Suket atas nama Ramsih. Tapi di Pasopr tercatat nama Asih. Bahkan keluarganya tidak tahu kapan dan melalui PJTKI mana dia berangkat ke Malaysia,” kata Indra.
Indra juga mengaku prihatin, ternyata korban asih ini tercatat memiliki 3 data yang berbeda.Ini buat kita prihatin ternyata banyak pihak yang memanfaatkan dengan berbagai cara untuk bisa memberangkatkan TKI, walaupun TKI tersebut sempat bermasalah dinegara tersebut.(Ahy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *