Dandim 0617 Majalengka Buka Lomba Puisi Bisu


DEJABAR, MAJALENGKA – Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI) tahun 2020, tingkat Kabupaten Majalengka, menggelar pertunjukan sejumlah kawan tuli yang unjuk kebolehan membacakan puisi bisu dengan menggunakan bahasa isyarat suara ujaran.

Kegiatan yang digelar di SLB-B YPLB Kabupaten Majalengka itu, dibuka langsung oleh Dewan Pembina Penyandang Disabilitas Kabupaten Majalengka, Letkol Inf Andik Siswanto, Kamis (3/12/2020).

Menurut Letkol Inf Andik Siswanto, bahwa keterbatasan tak menjadi alasan untuk terus mengukir keahlian dan mereka berhasil membuktikan dan tak menghentikan langkah untuk berprestasi.

“Dengan acara ini, mereka telah membuktikan, meski dia (tuna wicara dan tuna rungu-red) tapi ia mampu berkarya. Melalui berpuisi bisu ini, mereka mampu menyampaikan unek-uneknya melalui bahasa isyarat,” Katanya.

Menurut perwira TNI yang juga menjabat sebagai Dandim 0617/Majalengka itu, bahwa pihaknya ingin menunjukan kepada masyarakat bahwa disabilitas bisa berkarya seperti masyarakat lainnya.

“Kami berharap kepada pemerintah harus memberikan akses kepada temen-temen disabilitas. Karena, mereka tak butuh dikasihani, namun mereka hanya butuh kesetaraan dengan non difabel lainnya,” Ucapnya.

Dandim berharap, di momen HDI tahun 2020 ini, Pemkab Majalengka memberikan perhatian khusus kepada para difabel. Dan merepresentasikan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mewujudkan kesejahteraan dan kesetaraan bagi kaum difabel, untuk mewujudkan Majalengka Raharja,” Harapnya.

Sementara itu, Penanggung jawab acara pestival puisi bisu, Sri Aminah menjelaskan, bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian peringati HDI tahun 2020, tingkat Kabupaten Majalengka, yang jatuh pada setiap tanggal 3 Desember.

“Kita adakan lomba puisi bisu ini diikuti oleh penyandang difabel. Khususnya untuk penyandang tuna rungu dan tuna wicara se-Kabupaten Majalengka,” Katanya.

Sri Aminah menambahkan, bahwa dengan digelarnya lomba puisi bisu ini, bermaksud untuk mengangkat keterbatasan anak-anak yang tidak bisa bicara atau tidak bisa mendengar.

“Dengan tidak berbicaranya. Maka dimomen HDI ini, mereka mampu menunjukan kepada dunia, bahwa mereka bisa membacakan puisi dengan bahasa isyarat suara ujaran,” Katanya.

Ia berharap, pada kegiatan ini bisa menyadarkan masyarakat untuk tidak lagi memandang anak disabilitas sebelah mata. Karena anak difabel itu tidak jauh beda dengan anak-anak biasanya. “Jangan ada perbedaan antara kita dengan anak difabel kedepannya,” Harap Sri yang juga menjabat Kepala Sekolah SLB-B ini.

Sementara itu, pada pestival puisi bisu tersebut. Juga dihadiri Pembina Disabilitas Majalengka, Iptu Rudi Djunardi, Sekretaris Umum Jabar Bergerak Majalengka, Suryapragala, Kabid Dinsos Majalengka, Dani Eka dan sejumlah tamu undangan lainnya. (Jfn)