Bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu, menyisakan duka yang mendalam. Para korban kehilangan tempat tinggal dan kesulitan mendapatkan makanan. Hal tersebut menggelitik banyak orang untuk mengulurkan tangannya demi membantu meringankan beban para korban bencana.
Di Kota Cirebon, cukup banyak penggalangan dana yang dilakukan, baik oleh perseorangan, organisasi atau kelompok, maupun berbagai instansi. Mereka seperti merasakan duka dan tangisan yang sama dengan para korban bencana di Sulawesi Tengah sana.
Seperti beberapa anak muda yang tergabung dalam berbagai komunitas di Kota Cirebon. Mereka juga turut serta dalam penggalangan dana. Uniknya, kegiatan penggalangan dana tersebut dilakukan di sebuah kafe yang cukup terkenal di Kota Cirebon, yakni Jus Kuphi Medan, di Jalan Terusan Bima Kota Cirebon, pada Minggu (14/10/2018) malam.
Beberapa komunitas yang tergabung dalam kegiatan penggalangan dan tersebut di antaranya; Jagoan Percussion, Jawaican Roots Reggae, Bamburasta, The Cheese, dan juga Tari Topeng. Mereka mengajak para tamu untuk berbagi melalui segelas kopi untuk korban bencana alam di Sulawesi Tengah.
Dengan mengusung tema ‘Duka Mereka adalah Duka Kita, Tangisan Mereka adalah Tangisan Kita’, mereka membuat suasana malam itu terasa berbeda di kafe Jus Kuphi Medan. Para tamu yang didominasi oleh pelajar dan mahasiswa tersebut, menikmati hidangan segelas kopi khas kafe plus makanannya, sambil ditemani live music dan performance lainnya dari komunitas yang turut serta.
Nantinya, mereka akan menyisihkan sebagian rezekinya untuk didonasikan. Bahkan, beberapa band ada yang menjual album dan merchandise-nya, di mana hasil penjualannya akan disumbangkan langsung kepada korban bencana alam.
Menurut Mario selaku perwakilan dari Bamburasta, penggalangan dana ini merupakan inisiatif dari para komunitas di Kota Cirebon. Karena, mereka bisa ikut merasakan beban yang dialami oleh para korban bencana.
Karena itulah, dengan potensi yang mereka miliki, para komunitas ini menunjukkan kebolehannya di depan para tamu sambil mendonasikan sebagian rezekinya.
“Semoga dengan apa yang kita donasikan ini, bisa meringankan beban para korban di Sulawesi Tengah sana,” jelasnya saat ditemui Dejabar.id, di sela kegiatan, Minggu (14/10/2018).
Mario melanjutkan, nantinya semua donasi yang terkumpul akan langsung ditransfer ke rekening Aksi Cepat Tanggap (ACT), supaya bisa diberikan langsung kepada para korban.
Hal senada pun dituturkan oleh pemilik kafe Jus Kuphi Medan, Abdi Kurnia. Dirinya sangat terbuka saat para komunitas tersebut ingin menjadikan kafe miliknya tersebut sebagai tempat penggalangan dana untuk korban bencana. Dan juga, sekaligus menghibur para tamu dengan live performance dari masing-masing komunitas.
“Penggalangan dana ini memang inisiatif dari anak-anak muda di Kota Cirebon, yang tergerak hatinya untuk mendonasikan sebagian rezekinya,” jelasnya.
Abdi menambahkan, kegiatan penggalangan dana tersebut bukan hanya live performance saja. Sehari sebelumnya, mereka juga mengadakan kegiatan donor darah, santunan anak yatim, dan kajian pemuda hijrah. Dan malam ini (Minggu) adalah puncaknya dengan menampilkan berbagai performance dari komunitas-komunitas. Kemudian, penggalangan dana akan ditutup tepat setelah kafe tutup.
Sama seperti Mario, Abdi juga berharap dengan adanya kegiatan ini, bisa meringankan beban para korban bencana alam. Dan juga, bisa memicu semangat bagi generasi muda untuk memiliki jiwa sosial yang tinggi untuk saling berbagi. Karena, hanya dengan segelas kopi saja bisa membantu para korban di sana.
“Mari kita bantu saudara-saudara kita di sana hanya dengan segelas kopi,” pungkasnya.(Jfr)
Dari Segelas Kopi untuk Palu-Donggala
Previous Post
Leave a Reply