Press ESC to close

Derita Cerebral Palsy Sejak Lahir, Bocah 8th Warga Mangkubumi Harapkan Perhatian Pemerintah

  • October 17, 2019

dejabar.id, Tasikmalaya – Di tengah hingar-bingar perayaan hari jadi Kota Tasikmalaya ke 18, jauh di pinggiran Kota Tasikmalaya, tepatnya di kampung Congeang Kelurahan Mangkubumi, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, ada warga penderita Celebral Palsy yang membutuhkan uluran tangan para dermawan dan juga pemerintah.

Hilma (8) orangnya, warga dengan alamat Babakan Jati RT 001/008 Kel/Kec Mangkubumi Kota Tasikmalaya menderita penyakit Cerebral Palsy sejak bayi. Selama ini Hilma hanya tinggal berdua bersama ibunya Eutik, setelah ditinggal ayah yang wafat pada bulan Agustus kemarin.

Eutik, Ibu dari Hilma, mengatakan, selama ini biaya berobat memakai Kartu Indonesia Sehat (KIS), namun ia bingung dengan ongkos dan pembelian vitamin.

“Kan vitaminnya harus khusus, kadang beli kadang tidak, sedangkan saya hanya berjualan online untuk memenuhi kebutuhan. Itupun penghasilannya tak tentu,” ujarnya kepada media di rumahnya, Kamis (17/10/19).

Eutik mengaku sempat kedatangan pihak kelurahan dan kecamatan mangkubumi untuk didata, namun belum ada tindakan lebih lanjut. Untyk itu Ia berharap pemerintah bisa lebih perhatian lagi kepada warga yang senasib dengannya.

“Ya, seperti bantuan kesejahteraan untuk ringankan beban yang tak mampu. Dan saya yakin masih banyak diluar sana yang senasib bahkan bisa lebih membutuhkan dari saya,” harapnya.

Sementara itu Sekretaris Kelurahan Mangkubumi, Ading Ahyar, membenarkan adanya warga mangkubumi yang kura g mampu dan menderita penyakit serius.

Untyk itu, ia bersama pihak kecamatan langsung mendatangi kontrakan Eutik untuk mendata. Dan setelah dilihatnya, ia menuturkan bahwa kondisi Hilma memang sudah sejak lahir seperti itu.

“Kami sudah ke sana, dan memang ada. Itu sakitnya bawaan lahir. Kami data dahulu dan memang itu warga kami,” terangnya.

Untuk langkah selanjutnya, ia masih menunggu koordinasi dengan lurah yang kebetulan sejak senin masih ada tugas diluar kantor.

“Ya nanti kebijakan ada di pak lurah, kita akan sampaikan apa yang kita temukan,” pungkasnya. (Ian)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *