Di Momen Maulid Nabi, Ovick Rozensky Sajikan Lagu-lagu Bertema Manusia, Alam dan Cinta


0

Dejabar.id, Bandung – Dalam sebuah kesempatan pada acara Madrasah Rumi yang mengusung tema “Meneladani Cinta Rosulallah SAW,” musisi Ovick Rozensky membawakan tema lagu-lagu bertema manusia, alam dan cinta di Gedung Student Center, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Senin (18/11/19).

Lagu pertama yang dia bawakan adalah bertajuk “Kinanti Akhir Sendja.” Lagu tersebut menurutnya, mengisahkan perjuangan anak muda yang baru lulus sekolah dan kuliah mencari kerja keberbagai perusahaan dengan memeluk surat lamaran di amplop coklat.

“Namun Ia selalu bersabar, ia selalu ikhtiar, ia selalu berdo’a, ia selalu berbagi, ia selalu merdeka untuk tulus berjuang demi membahagiakan orang tua, dan adik-adiknya yang masih sekolah. Ia selalu ihklas karena semua apa yang ia lakukan adalah ibadah. Ia terus bersabar dan ikhtiar seperti halnya bersabarnya dan ikhtiarnya Rosululloh SWA yang selalu berjuang menyebarkan agama Allah SWT,” tuturnya.

Pada lagu kedua bertajuk “Andai Waktu Tertawa” menceritakan tentang “Apakah kita sudah merdeka, jika diri masih dijajah oleh keinginan?!” Keinginan yang tidak puas untuk mendapatkan nafsu dunia, keinginan untuk mendapatkan harta, tahta, hingga lupa apa yang dibutuhkan dengan secukupnya.

“Padahal Rosululloh Selalu memperlakukan diri dengan secukupnya berdasarkan kebutuhan agar khusu ibadah kepada Allah SWT. Karena Rosululloh selalu méngajarkan hidup merdeka. Selalu cukup akan kebutuhan bukan keinginan, karena keinginan adalah nafsu yang tidak akan pernah usai dan tidak akan pernah khusu jika sedang beribadah kepada Allah,” terangnya.

Selanjutnya lagu ke tiga bertajuk “Lebam Semesta.” Lagu tersebut menurutnya, menceritakan begitu menderitanya alam semesta karena selalu dirusak oleh manusia-manusia rakus, manusia-manusia yang tidak sadar akan dampak kerusakan yang telah diperbuatnya.

Tentang manusia-manusia yang tidak peduli terhadap lingkungan, dan ketika bencana Gunung meletus, bencana banjir, tsunami, gempa pada saat itu manusia saling menyalahkan padahal dari manusia itu yang merusaknya.

“Padahal rosululloh selalu méngajarkan bahwa alam semesta yang diciptakan oleh Allah harus diperlakukan dengan baik, dirawat dan dilindungi sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Kaitannya dengan maulud nabi, Ovick mengatakan, lagu-lagu tersebut mungkin adalah sebagai bentuk referensi dari representasi perjuangan Rosulullah yang selalu berjuang dengan kesabaran, keikhlasan, keberanian, rasa syukur, dan merdeka pada saat menyebarkan agama Islam.

“Sabda-sabda rosul yang selalu mengingatkan umatnya agar tidak dijajah oleh keinginan dunia, serta tidak merusak alam semesta yang ada di bumi ini,” paparnya.

Ovick juga menyoroti ikhwal spirit Rumi yang senantiasa menebarkan cinta lewat puisi-pusi dan ungkapan-ungkapannya. Dan ia juga memberi pesan.

“Jika mencintai Allah, dan Rosululloh maka merdekakan diri dari keinginan dunia dengan cinta dan kasih sayang.” tutupnya. (Red)


Like it? Share with your friends!

0
dejabar

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *