DEJABAR.ID, CIAMIS – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Ciamis belakangan ini, membuat produksi pertanian di Ciamis mengalami sedikit penurunan, terutama pada jenis tanaman padi dan cabai.
Hal tetsebut seperti yang diungkapkan Ketua KTNA Kabupaten Ciamis, Pipin Arif Apilin, disela-sela acara HKP tingkat Kabupaten Ciamis kepada dejabar.id, Selasa (02/07/2019).
“Kalau produksi padi terbanyak yang mengalami kemrau di daerah Ciamis selatan, dan mereka kebanyakan setelah sawahnya kekeringan tidak dimanfaatkan untuk ditanami tanaman jenis palawija,” terangnya.
Sementara untuk tanaman cabai, menurutnya meskipun produksi menurun namun pendapatan tidak berpengaruh karena terbantu dengan harga cabai yang ikut naik.
“Cabai lokal saja dari petani harganya 70rb/kg dan cabai kriting sekitar 40rb/kg. Jadi produksi menurun masih terbantu dengan harga yang tinggi,” tambahnya.
Kedepannya, guna menghindari paceklik di musim kemarau, pria yang juga duduk sebagai anggota dewan Kabupaten Ciamis ini mengajak kapada masyarakat tani Ciamis agar bisa memanfaatkan lahan dengan baik.
“Jadi jika kemarau datang dan sawah tidak bisa ditanami padi, mari kita rubah ke tanaman palawija, toh hasilnya juga sama bahkan bisa lebih dari menanam padi, karena palawija juga banyak yang membutuhkan,” katanya.
Meskipun demikian, tanaman palawija juga masih memerlukan air namun setidaknya menurutnya bisa diakali dengan melakukan penyiraman setiap tiga hari sekali. (Ian)
Leave a Reply