DEJABAR.ID, CIAMIS – Memiliki tubuh yang tidak sempurna, tidak membuat Acep Yunus Imanudin (24), warga Aboh Kota Tasikmalaya patah arang menjalani kehidupan yang serba susah sekarang ini.
Bermodalkan tekad dan cita-cita yang tinggi untuk membuktikan eksistensi kaum disabilitas, Acep yang memiliki cacat kaki sejak lahir terus berusaha mandiri dengan cara berjualan makanan ringan berkeliling lintas daerah.
Ditemui dalam acara Hari Krida Pertanian tingkat Kabupaten Ciamis yang dilaksanakan di Lapang Desa Sadananya Kabupaten Ciamis, Acep mengungkapkan, cacat pisik bukan jadi halangan bagi dirinya untuk tetap berusaha.
“Saya punya prinsip, daripada mengemis mendingan jualan sendiri, itu lebih baik lagi. Dan saya tidak pernah malu dengan keadaan ini,” terangnya keada dejabar.id, Selasa (02/06/2019).
Ia melanjutkan, sudah 3 tahun ini dirinya berjualan makanan ringan, karena sebelumnya ia mengaku kerjanya keliling Indonesia untuk menyuarakan hak-hak kaum disabilitas, dan dari hasil jualannya selama 3 tahun itu, menurutnya sudah bisa membeli motor khusus disabilitas.
Namun selama dirinya berusaha, ia mengaku bahwa belum ada sedikitpun perhatian dari pemerintah. Padahal tinggalnya persis di belakang gedung bale kota Tasikmalaya.
“Alhamdulillah kalau dari pemerintah minim sekali perhatian, walau saya tinggal di belakang gedung Pemkot. Namun bukan itu yang saya inginkan. Saya hanya ingin ada perda tentang perhatian kepada disabilitas, itu saja sudah cukup,” harapnya. (Ian)
Leave a Reply