Earth Hour Bandung dan WWF Akan Ajak Terus Masyarakat Peduli Lingkungan


DEJABAR.ID, BANDUNG-Masalah pencemaran lingkungan merupakan masalah semuanya yang hingga kini masih dilakukan gerakan-gerakan untuk mengurangi pencemaran lingkungan.
Salah satunya Organisasi Earth Hour. Organisasi ini pertama kali dibentuk di Australia pada tahun 2007 dan masuk pertama kali di Indonesia pada tahun 2009.
“Kita ada tahun 2009 dan kita memiliki program kerja utama dimasing-masing kota, begitupun di Kota Bandung,” ujar Dewi Nurhayati selaku Kepala Bidang dan Konservasi Pengendalian dan Perubahan Iklim kepada Dejabar.id, Kamis (28/3/2019).
Di Bandung sendiri Earth Hour memiliki tugas yaitu melakukan edukasi ke sekolah-sekolah terkait penanganan pencemaran lingkungan, memberi edukasi dan informasi mengenai menjadi konsumen bijak dan melalukan gerakan semalam.
Gerakan semalam ini merupakan gerakan tahunan yang dilakukan setiap akhir Maret untuk mematikan lampunya selama 60 menit mulai dari 20.30-21.30 wib.
“Sesuai dengan logo kita angka 60 dan plus (+) artinya 60 kita mematikan lampu selama 60 menit dan lambang + mengartikan tugas dan tanggung jawab kita,” lanjutnya.
Sementara itu Eart Hour bekerjasama dengan WWF dan Trans Studio Mall menyelenggarakan sebuah event untuk mematikan lampu selama 60 menit secara bersamaan.
“30 Maret nanti kita buat event untuk mematikan lampu selama 60 menit bersamaan dengan para warga. Mall TSM juga ikut, beberapa spacenya nanti akan turut dimatikan nanti juga ada bapak Ridwan Kamil turut hadir didalamnya,” lanjutnya.
Selain untuk melakukan penghematan listrik Eart Hour juga mengajak masyrakat untuk mengurangi penggunaan sampah seperti melakukan gerakan-gerakan ayo bawa tumblr.(Eca)