DEJABAR.ID, SUBANG – Sejumlah Mahasiswa Relawan Saemaul Undong Provinsi Gyeongsangbuk Korea Selatan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Tanjungwangi Kecamatan Cijambe Kabupaten Subang Jawa Barat.
Menurut Director Of Indonesia Office Saemaul Globalization Foundation kepada Dejabar.id Seunghoon Hong mengatakan, Korea Selatan setiap tahunnya banyak mengirimkan kegiatan Mahasiswa untuk KKN di Indonesia salah satunya ke Jogjakarta dan Subang Jawa Barat, tepatnya di Desa Tanjungwangi.
“Kali ini sebanyak 20 Mahasiswa Saemaul Undong Provinsi Gyeongsangbuk Korea Selatan akan belajar tentang pemberdayaan masyarakat, Mengajar di Sekolah Dasar dan juga kesehatan lingkungan di desa Tanjungwangi Kecamatan Cijambe Subang,” katanya
Ke 20 Mahasiswa Korea Selatan tersebut selama KKN akan di damping oleh 7 Mahasiswa UGM jurusan bahasa Korea yang sama melaksanakan KKN di Desa Tanjungwangi Kecamatan Cijambe Subang.
“Selama 7 hari selain berbaur bersama masyarakat untuk membersihkan sampah disekitar lingkungan Desa Tanjungwangi, dan 20 orang mahasiswa asal Korea Selatan dan 7 orang mahasiswa UGM Yogjakarta akan mengabdikan dirinya di beberapa SD yang ada di Desa Tanjungwangi,” ujar Seunghoo Hong.
Sementara itu Kepala Desa Tanjungwangi Budi Santoso menjelaskan, dengan dilaksanakan KKN mahasiswa asal Korea Selatan di Desa Tanjungwangi merupakan Kegiatan tahun ke dua.
“Dengan dipilihnya Desa Tanjungwangi Untuk dijadikan tempat KKN oleh Mahasiswa Korea Selatan karena Desa Tanjungwangi merupakan Desa Binaan Pemberdayaan Masyarakat oleh Yayasan Saemaul Globalization Foundation dari Korea Selatan,” jelas Budi Santoso.
Para mahasiswa asal Korea Selatan tersebut mulai hari ini melaksanakan KKN di desa Tanjungwangi
“Mulai hari ini Selasa 23-29 Juli 2019, mereka mulai melaksanakan KKN dengan mengajar di beberapa Sekolah Dasar untuk bertukar budaya, belajar menggambar lingkungan desa dan bebersih lingkungan,” ucap Budi.
Menurut Budi, Yayasan Saemaul Globalzation Foundation telah bekerjasama dengan Desa Tanjungwangi sudah berjalan 3 tahun, bahkan belasan orang perangkat desanya Tanjungwangi, sudah berangkat ke Korea Selatan untuk mengikuti pelatihan.
“Kami ke sana menindaklanjuti program kerjasama melalui perjanjian Sister City sebagai desa percontohan Saemaul melalui pemberdayaan masyarakat, melalui Pemkab Subang dengan Kota Gimcheon, Gyeongsangbuk Korea Selatan sejak tahun 2017 lalu,” katanya. (Ahy)
Leave a Reply