Press ESC to close

Gua Sunyaragi Alami Peningkatan Pengunjung Hingga 100 Persen

  • December 24, 2018

DEJABAR.ID, CIREBON – Memasuki musim liburan Natal dan Tahun Baru 2019, tempat-tempat wisata di Kota Cirebon mulai ramai dikunjungi para wisatawan, baik itu dari wilayah Cirebon sendiri, maupun dari luar. Salah satunya adalah tempat wisata Taman Air Gua Sunyaragi yang terletak di Jalan Brigjen Dharsono (By Pass) Kota Cirebon.
Gua Sunyaragi sendiri merupakan gua-gua buatan yang disusun yang terbuat dari batu karang, yang sudah dibangun sejak 400 tahun yang lalu pada zaman Kesultanan Kerajaan Islam Cirebon. Tempat wisata ini kini dikelola oleh Keartin Kasepuhan Cirebon.
Menurut pengelola Taman Air Gua Sunyaragi Isyanto, di musim liburan akhir tahun ini mengalami peningkatan pengunjung hingga 100%. Jika hari-hari biasa, seperti Senin hingga Kamis, pengunjung hanya berada di kisaran 300-500 orang per hari. Dan di akhir pekan, yakni Sabtu dan Minggu, berada di sekitar 1500-2000 pengunjung per hari. Sedangkan di musim liburan akhir tahun ini, jumlah pengunjung mencapai 2000 hingga 3000 orang per harinya.
“Gua Sunyaragi menjadi pilihan masyarakat untuk mengisi liburan mereka,” jelasnya saat ditemui Dejabar.id, Senin (24/12/2018).
Isyanto melanjutkan, kebanyakan pengunjung berasal dari luar Cirebon, yakni sekitar 70%. Sedangkan sisanya adalah berapa dari wilayah Cirebon sendiri. Hal tersebut menunjukkan bahwa para pengunjung dari luar wilayah Cirebon merasa penasaran dengan Gua Sunyaragi yang eksis di Instagram.
Kemudian, Gua Sunyaragi juga bisa dijadikan spot foto yang menarik. Makanya, tidak heran jika banyak yang berfoto-foto di Gua Sunyaragi yang ikonik. Selain itu, Gua Sunyaragi juga bisa dijadikan sebagai wisata sejarah. Karena itu, pihak pengelola menyediakan pemandu yang bisa menjelaskan sejarah dan penjelasan tiap-tiap spot di Gua Sunyaragi.
“Namun, para pengunjung tampaknya enggan untuk menggunakan jasa pemandu. Karena mereka lebih senang berfoto-foto,” tuturnya.
Selain menyediakan spot berupa bangunan bersejarah, Gua Sunyaragi juga menyediakan wahana seperti flying fox, sepeda gantung, dan ayunan. Menurut Isyanto, hal tersebut bertujuan agar pengunjung bisa balik lagi ke Gua Sunyaragi dan tidak hanya menyediakan spot bangunan bersejarah saja.
“Tahun depan nantinya akan ada penambahan dua wahana lagi,” jelasnya.
Untuk masuk ke area Gua Sunyaragi, penhunjung hanya cukup membayar Rp 10.000 untuk tiket masuk. Sedangkan untuk menikmati wahana seperti flying fox dan sepeda gantung, harus menambah tiket lagi sebesar Rp 15.000, dan ayunan sebesar Rp 10.000.
Sedangkan menurut salah satu pengunjung asal Kupang Nusa Tenggara Timur, Remi Metan (21), dirinya baru pertama kali mengunjungi Gua Sunyaragi. Karena, dirinya sangat penasaran dengan tempat bersejarah tersebut yang hits di Instagram.
Karena itu, dirinya yang juga bekerja di Cirebon, datang ke Gua Sunyaragi bersama teman-temannya untuk mengisi waktu liburan, dan berfoto-foto.
“Bisa melihat langsung sambil bisa foto-foto sama mengetahui sejarahnya,” pungkasnya.(Jfr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *