Press ESC to close

Hari Terakhir, Ribuan Warga Padati Pasar Muludan di Alun-Alun Kesepuhan Cirebon

  • November 20, 2018

DEJABAR.ID, CIREBON – Momen hari libur di tanggal merah ini, Selasa (20/11/2018), dimanfaatkan oleh warga Cirebon dan sekitarnya, untuk mengunjungi pasar yang dikenal dengan Pasar Muludan. Sesuai dengan namanya, pasar ini merupakan pasar yang digelar setiap tahun menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di sekitar Alun-Alun Kesepuhan Kota Cirebon. Biasanya, para pedagang membuka lapaknya sejak sebulan sebelumnya, hingga tiba hari peringatannya.
Dengan demikian, hari ini adalah hari terakhir Pasar Muludan. Momen ini digunakan oleh para warga untuk mengunjungi pasar tersebut. Tampak, ribuan warga yang berasal dari berbagai daerah di sekitar Cirebon memadati Pasar Muludan di Kesepuhan.
Hal tersebut membuat suasana di Pasar Muludan penuh sesak. Sejak dimulai sejak siang hingga malam hari, pasar ini sudah  dipenuhi pengunjung. Bahkan, suasana di jalan Pulasaren yang merupakan salah satu gerbang masuk ke Pasar Muludan menjadi macet. Hal tersebut dikarenakan banyaknya orang yang berjalan di jalan raya, dan juga pedagang-pedagang yang berjejer di samping jalan.
Pasar Muludan memiliki 3 pintu masuk. Di bagian barat berada di perempatan Jalan Jagasatru dan Jalan Pegajahan. Di bagian Utara ada di perempatan Jalan Pulasaren dan Jalan Lemahwungkuk. Dan di arah timur laut berada di jalan Kesepuhan. Semua itu bertemu di Alun-Alun Kesepuhan yang merupakan pusat Pasar Muludan.
Di pasar ini terdapat banyak penjual, seperti makanan, pakaian, aksesoris, tahu petis, martabak, mainan, dan lain-lain. Dan di alun-alun, terdapat beberapa wahana permainan seperti bianglala, kora-kora, komidi putar, rumah hantu, kincir angin, ombak banyu, dan motor setan.
Yang khas dari Pasar Muludan ini, setiap warga ketika pulang pasti membawakan martabak dan tahu petis. Apalagi, ada martabak Teluk Bayur yang unik dan diiringi oleh irama musik dangdut. Selain itu, berbagai manisan khas Cirebon juga banyak diserbu oleh pengunjung.
Menurut salah seorang pengunjung, Erika (33), dirinya setiap tahun kerap mengunjungi pasar Muludan bersama keluarga maupun temannya. Biasanya, dia mencari pakaian yang murah meriah, dan juga menikmati kuliner-kuliner yang tersedia.
“Saya setiap tahun datang ke sini. Biasanya beli martabak. Harganya murah meriah,” jelasnya, Selasa (20/11/2018).
Dengan adanya ribuan pengunjung yang memadati pasar Muludan, membuat omset para pedagangnya meningkat drastis. Menurut salah satu pedagang tahu petis, Andi (45), dirinya merasa adanya Pasar Muludan ini merupakan berkah baginya. Omset jualannya pun meningkat 2 hingga 3 kali lipatnya dibandingkan hari biasa.
“Alhamdulillah omset naik 2-3 kali lipat selama Muludan,” pungkasnya.(Jfr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *