DEJABAR.ID, BOGOR-Setelah sempat menggandeng para Babinsa se-Indonesia untuk budidaya ikan lele, cicit Presiden RI ke-dua, Soeharto, Haryo Putra Nugroho Wibowo atau biasa akrab disapa HPW kembali menggandeng kalangan anak muda dan mahasiswa untuk turut serta mengembangkan perekonomian masyarakat sebagai upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional yang menjadi cita-cita pemerintah.
Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) melalui ketua umumnya, Saddam al-Jihad bersama Bendahara Umum dan jajaran lainnya melakukan pertemuan dengan Haryo, di lokasi budidaya lele dan sapi perah di Tapos, Ciawi, Bogor. Pertemuan dilakukan untuk menentukan konsep dan langkah yang akan dilakukan untuk menindaklanjuti kerjasama tersebut.
“Ini pertemuan pertama, kedepan pihak kami dan PB HMI akan melihat dan menganalisa apa saja yang dapat disinergikan. Semoga cita-cita kami dapat berguna bagi masyarakat luas, walaupun kami memulainya dari suatu hal terkecil yang insya Allah akan menjadi besar, Insya Allah juga dengan niat yang baik, hasilnya akan barokah,” kata Haryo.
Dalam pertemuan tersebut, HPW juga mengajak Ketua PB HMI dan jajarannya berkeliling untuk melihat langsung peternakan sapi perah yang dikembangkan di Tapos, Bogor. Oleh pengelola peternakan, dijelaskan bagaimana peluang dan cara mengembangkan peternakan sapi perah.
Ketua Umum PB HMI, Saddam al-Jihad menegaskan, kerjasama ini adalah murni untuk membangun bangsa dan tidak ada kaitannya dengan politik.
“Tidak ada ini kaitannya dengan politik, saya tegaskan bahwa HMI independen. Membangun bangsa itu tidak hanya di tahun 2019, hanya kebetulan saja kami jalin kerjasama ini di tahun politik. Tapi sebenarnya niat ini sudah lama ingin kita sampaikan, hanya saja baru-baru ini tersampaikan dan Mas Putra merespon dengan baik dan langsung kita lakukan pertemuan ini,” kata Saddam al-Jihad ditemui di Tapos, Bogor, hari ini.
Hal ini juga disampaikan Mikael Nainggolan sebagai perwakilan Hatra Berbagi. “Kami tegaskan bahwa kegiatan ini tidak berafiliasi dengan partai politik manapun. Mas Putra pun bukan merupakan anggota atau pengurus dari partai politik manapun. Ini murni semangat kami mewujudkan cita-cita pemerintah untuk ketahanan pangan nasional. Persepsi masyarakan mungkin akan muncul, tapi sekali lagi kami tegaskan tiada muatan politik dalam kerjasama dengan HMI soal ini,” katanya.(AWK)
Leave a Reply