DEJABAR.ID, CIREBON – Indonesia menempati posisi ketiga untuk penyebaran dan penderita penyakit Tuberculosis (TBC). Jumlahnya mencapai sekitar 842 ribu yang ditemukan setiap tahunnya.
Hal tersebut diungkapkan oleh Koordinator Provinsi untuk KNVC Tuberculosis Foundation perwakilan Jawa Barat, Joko Siswanto, usai pencanangan Gerakan Masyarakat (Germas) Hari Tuberkulosis (TBC) se-Dunia di Taman Air Goa Sunyaragi, Jalan Brigjen Dharsono (By Pass) Kota Cirebon, Jumat (12/4/2019).
“Jumlah penderita TBC di Indonesia mencapai 842 ribu. Namun yang terlapor baru sekitar 53 persen saja. Jadi masih ada pekerjaan rumah kita,” jelasnya.
Dijelaskan Joko, penyakit TBC ini menyebar dan menular melalui udara. Dengan kondisi lingkungan yang kurang baik, daerah yang padat dan kumuh, TBC bisa berkembang dengan cepat.
“Kondisi ini diperparah dengan etika batuk yang belum diterapkan dengan baik,” tuturnya.
Karena itu, lanjutnya, tahun ini mereka akan mendatangi pesantren, lapas maupun rutan, serta barak-barak TNI untuk pencegahan penyakit TBC. Ini diperlukan, karena adanya orang banyak yang berkumpul dalam satu ruangan ditambah kondisi lingkungan yang kurang baik akan mempercepat penyebaran penyakit ini.
“Ditargetkan pada 2030 mendatang Indonesia mencapai eleminasi TBC, dan 2050 Indonesia bebas dari TBC,” pungkasnya.(Jfr)
Leave a Reply