Ingin Lebaran di Tasik, Budi Budiman Ajukan Permohonan Penundaan Penahanan


DEUABAR.ID, TASIKMALAYA – Meskipun sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman masih melaksanakan tugasnya sebagai Wali Kota Tasik seperti biasanya.
Hal tersebut ternyata karena Wali Kota Tasik mengajukan permohonan kepada KPK agar menunda penahanannya hingga learan 2019 nanti.
Namun sayang, saat dimintai keterangan terkait pengajuan penundaan penahananya, Budi Budiman enggan memberikan komentar bahkan meninggalkan media ketika hendak mewawancarainya.
Ke hela nya (tunggu dulu ya),” ungkapnya sambil berlalu meninggalkan awak media, Senin (13/05/2019).
Sementara Bambang Lesmana, kuasa hukum Budi, membenarkan permohonan tersebut.
“Ya, usai dimintai keterangan oleh KPK, pak Budi diizinkan kembali pulang,” ujarnya.
Bambang mengungkapkan, selain alasan ingin menunaikan puasa dan Lebaran bersama keluarga, Budi siap kooperatif selama menjalani proses hukum.
“Permohonan saja jangan ditahan, minimal sampai hari lebaran. Alasannya kemanusiaan dan diberikan kesempatan Ramadhan bersama keluarga,” tambahnya.
Namun Bambang juga mengatakan tidak tahu sampai kapan KPK tidak menahan Budi.
Seperti diketahui, Budi Budiman diperiksa KPK pada Kamis (09/05/2019) lalu. Budi ditetapkan sebagai tersangka karena diduga memberi suap terkait pengajuan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tasikmalaya. Total dugaan suap yang diberikan berjumlah Rp 400 juta.
KPK mengatakan dalam pemeriksaan ini disampaikan informasi umum soal hak Budi sebagai tersangka. KPK juga mengklarifikasi sejumlah informasi awal kepada Budi.(Ian)