Press ESC to close

Inilah Citros, Bus Pariwisatanya Kota Cirebon

  • February 23, 2019

DEJABAR.ID, CIREBON – Kota Cirebon akhirnya memiliki Citros atau Cirebon Tourism on Bus. Citros ini mirip dengan yang ada di Kota Bandung, dimulai dari bentuknya dan ukurannya. Bedanya, Citros berwarna merah dan ada logo Kota Cirebonnya. Rencananya, bus ini akan mulai beroperasi pada awal Maret 2019.
Citros ini akan digunakan untuk menunjang pariwisata di Kota Cirebon, hingga Kabupaten Cirebon. Karena, Kota dan Kabupaten Cirebon memiliki satu kesatuan paket pariwisata yang tidak bisa dipisahkan. Karena itu, akan disediakan guide atau pemandu untuk menjelaskan sejarah singkat tempat-tempat yang dilewati.
Menurut Karsono selaku Sekretaris DPC Organda Cirebon, untuk tahap pertama ini Citros memiliki rute dari Gunung Jati, Kota Tua Cirebon, Keraton Kasepuhan, Keraton Kacirebonan, Gua Sunayragi, Jalan Pemuda, Kawasan Mall di Jalan Ciptomangunkusumo, Jalan Kartini, Stasiun Cirebon, Jalan Pilang, dan di Batik Trusmi, lalu balik lagi ke Gunung Jati.
“Bis ini memiliki kapasitas sebanyak 20 penumpang,” jelasnya saat ditemui awak media usai launching Citros di Keraton Kasepuhan, Kota Cirebon, Sabtu (23/2/2019).
Karsono melanjutkan, nantinya akan ada 10 titik halte yang akan melayani naik turun penumpang. Sehingga, Citros tidak bisa distop di sembarang tempat seperti kendaraan umum lainnya.
“Di halte akan dibuat tertutup dan nyaman. Ada layar tv dan penumpang bisa mengakses di Citros berada, karena susah dipasang GPS,” tuturnya.
Nantinya, lanjutnya, penumpang akan dikenakan tarif Rp 5000 per trip atau bolak-balik (dari Gunung Jati hingga Gunung Jati lagi). Kalaupun penumpang tersebut turun di salah satu halte, maka dia harus membayar lagi Rp 5000 jika ingin menaiki Citros kembali.
Sistem pembayarannya pun, tambahnya, akan menggunakan e-money seperti yang ada di tol. Karena itu, Organda selalu penanggung jawab dan pengurus Citros ini, akan bekerja sama dengan Bank Indonesia dan bank-bank lain terkait sistem e-money ini.
“Karena sekarang masih belum, maka kami akan menggunakan tiket dahulu untuk sementara,” tuturnya.
Meskipun sarana pendukungnya masih belum ada, lanjutnya, pihaknya tetap akan mengoperasikan Citros ini di awal Maret 2019. Nantinya, akan berjalan pembangunan halte dan sistem pembayarannya melalui e-money.
“Kita optimis Citros ini akan menjadi primadona bagi masyarakat Cirebon maupun luar Cirebon. Selain sebagai sarana penunjang pariwisata, penumpang juga bisa foto-foto di dalam bus,” pungkasnya.(Jfr)
 
 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *