DEJABAR.ID, PANGANDARAN-Isu radikalisme yang terus menerus mengakar di Indonesia ini. Sehingga mulai dari pusat sampai daerah terus menggelorakan ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah. Seperti yang dilakukan oleh Aswaja NU Center Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, untuk terus menyiarkan Islam berkebangsaan anti radikalisme hingga pelosok.
Menurut Direktur Aswaja NU Center Kabupaten Pangandaran Rd. Muhammad Hilal Faridz Turmudzi mengatakan bahwa apa yang dilakukan hari ini adalah buah inspirasi dari pada para pendahulu.
“Orangtua dan para tokoh NU kan kalau dakwah dulu konsepnya gini, bersilaturahmi hingga ke pelosok-pelosok,” ujarnya kepada Dejabar.id, Senin (7/01/2019).
Melalui silaturahmi, lanjut Turmudzi, tidak lain juga untuk menyamakan persepsi ilmu keagamaan yang berkebangsaan di kalangan masyarakat luas.
“Kita ngaji bareng, tidak ada arahan apapun bagi masyarakat untuk terlibat dalam keberpihakan terhadap peserta politik yang sebentar lagi melakukan perhelatan,” paparnya.
Turmudzi menyebutkan bahwa ngaji bareng yang dinamai Halaqoh NU ini akan terus dilakukan disetiap tanggal 6 pada bulan masehi secara random di seluruh Kabupaten Pangandaran.
“Ya kami meminta dorongan doa supaya bisa memberikan ilmu yang bermanfaat bagi sesama, juga tetap istiqomah dalam menegakan ahlussunnah wal Jamaah,” tegas Turmudzi.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Aswaja Center Tasikmalaya, KH. Yayan Bunyamin menambahkan, bahwa pengajian ini juga ditujukan untuk memperkokoh masyarakat dari isue Suku, Ras, Agama (Sara) yang sedang mewabah di Negara Indonesia saat ini.
“Kalau kita lihat di Jawa Timur dan Jawa Tengah, Isu sara ini sudah tidak mental karena tradisi NU dirawat dengan baik. Sementara di Jawa Barat, Isu ini sangat mudah sekali berkembang biak,” keluhnya.
Dalam tradisi NU, kata dia, ada pemahaman yang sangat kental terus mengakar mengenai toleransi dan demokrasi.
“Kalau di NU, kita nggak bisa punya argumen ditelan mentah-mentah. Tapi harus melalui bathsul masail sebagai sarana musyawarah terlebih dahulu,”kata Yayan.
Menurut Yayan, Toleransi bukan berarti menghalalkan segala cara dan mengatasnamakannya untuk kepentingan pribadi.
“Namun, toleransi ini tidak lain untuk menjunjung tinggi kemanusiaan dan memperkuat ukhwah bangsa,” tutupnya.(dry)
Leave a Reply