dejabar.id, Cirebon – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Cirebon yang baru, Fadhil Nugroho, menggantikan Kepala KPwBI Cirebon yang lama, Abdul Majid Ikram. Di pundaknya, inflasi di wilayah Ciayumajakuning harus tetap dipertahankan.
Menurut Deputi Gubernur BI, Dody Budi Waluyo, dirinya menitipkan beberapa hal kepada kepala KPwBI yang baru. Ada berbagai kata kunci yang harus dilaksanakan, yaitu kerjasama, koordinasi, dan sinergi.
Yang pertama adalah terus perkuat kerjasama dan sinergi dengan stakeholder setempat. Karena, Bank Indonesia tidak bisa mencapai targetnya untuk pertumbuhan perekonomian tanpa adanya kerja sama dengan stakeholder.
Yang kedua adalah terus menjaga inflasi. Karena bagaimanapun juga, angka inflasi akan mempengaruhi kesejahteraan dan daya beli masyarakat.
“Saat ini, inflasi Kota Cirebon berada di bawah nasional dan Jabar,” jelasnya, Kamis (12/9/2019) kemarin.
Yang ketiga, lanjutnya, adalah terus mengembangkan UMKM di daerah-daeeah. Karena, saat ini sudah banyak UMKM yang naik kelas secara kualitas, menjangkau pasar global, dan sudah berbasis digital.
“Dan yang keempat adalah meningkatkan kegiatan elektronifikasi di daerah,” tuturnya.
Sedangkan menurut Fadhil Nugroho, jika saat ini pertumbuhan ekonomi di wilayah Cirebon ada kecenderungan melambat, khususnya di Kabupaten Indramayu. Namun dengan rencana segitiga rebana yang digagas Pemprov Jabar, maka secara bertahap akan terjadi pergeseran industri dari Karawang dan sekitarnya ke wilayah Cirebon dan sekitarnya.
“Diharapkan nantinya bisa memajukan perekonomian dan penyerapan tenaga kerja. Sehingga menurunkan angka kemiskinan,” ungkap Fadil.
Tugas mereka saat ini, lanjut Fadil, yaitu berkoordinasi dengan Pemda setempat untuk mencari komoditas unggulan maupun pariwisata untuk yang bisa dikembangkan sehingga wilayah segitiga rebana bisa semakin berkembang.(Jfr)
Leave a Reply