DEJABAR.ID, TASIKMALAYA – Kabupaten Tasikmalaya bertekad menjadi kabupaten yang memiliki lingkungan sanitasi sehat atau bebas dari perilaku Buang Air Besar (BAB) sembarangan pada tahun 2019 ini.
Hal tersebut seperti yang diungkapkan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Dadan Hamdani kepada dejabar.od di ruang kerjanya, Kamis (09/05/2019).
“Insya Allah 2019 ini kita akan upayakan agar kabupaten bebas dari buang air besar sembarangan. Sesuai dengan target pada 2018 lalu, kita termasuk yang tercepat melakukan program ini. Sebanyak 80 desa telah melaksanakan program ini dan menjadi desa bebas dari perilaku tersebut,” ungkapnya.
Ia melanjutkan, hal tersebut juga sesuai dengan tujuan negara Indonesia yakni universal akses dimana 100% penduduk di Indonesia menggunakan air bersih, O% tidak ada daerah yang kumuh serta 100% masyarakat di Indonesia memiliki sanitasi sehat.
“Kita target bulan Juni seluruh desa di Kabupaten Tasik menjadi desa ODF (Open Defecation Free), sebenarnya kita sudah ada sekitar 95 desa ODF bulan mei ini kita target 115 desa ODF. Namun, jika targetan pada bulan Juni belum tercapai, maksimal tahun ini semua selesai,” tambahnya.
Adapun upaya yang dilakukan Dinkes guna mencapai hal tersebut yakni Dinkes mencoba merubah perilaku hidup sehat melalui penyuluhan-penyuluhan kesehatan. “Ya upaya kita sebatas merubah perilaku masyarakat menuju hidup sehat. Untuk pengadaan fasilitas umumnya ada pihak terkait seperti PUPR dan Tarkim,” ungkapnya.
Sementara hambatan yang dihadapi, Dadan mengungkpkan dari segi ekonomi masyarakat juga sosial budayanya. “Sebenarnya beberapa masyarakat ingin sekali merubah perilaku tersebut namun tetbentur dengan keadaan ekonomi untuk membangun fasilitasnya. Ada juga keyakinan dimana feses tersebut bisa dimanfaatkan sebagai pakan ikan, padahal itu kurang baik,” pungkasnya.(Ian)
Leave a Reply