Press ESC to close

Keluhkan Aktivitas Bongkar Muat Batu Bara, FPB Berdemo di Depan Pelabuhan Cirebon

  • November 18, 2019

Dejabar.id, Cirebon – Puluhan massa yang tergabung dalam Forum Panjunan Bersatu (FPB) berdemo di depan Pos 1 Pelabuhan Cirebon, Senin (18/11/2019). Mereka menuntut kepada PT Pelindo II akibat dampak yang ditimbulkan dari debu hasil aktivitas bongkar muat batu bara di Pelabuhan Cirebon.

Mereka membentangkan sebuah spanduk besar yang berisi tentang penolakan warga terhadap Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL), beserta alasan-alasannya. Tampak puluhan polisi berjaga-jaga mengamankan jalannya aksi.

Aksi yang didominasi oleh kaum bapak-bapak tersebut hanya mengutarakan keluhan-keluhan yang dialami selama ini. Mereka menggunakan pengeras suara dari mobil siaga milik FBP. Selang 30 menit kemudian, aksi demo pun bubar tanpa adanya hal-hal yang tidak diinginkan.

Menurut Ketua FPB, Heri Pramono, aktivitas bongkar muat batu bara menyebabkan debu berterbangan ke area pemukiman masyarakat, sehingga mengancam kesehatan masyarakat terutama anak-anak. FPB merasa pihak PT Pelindo II serta pengusaha batu bara, tidak perduli dengan kesehatan masyarakat, akibat dampak debu batu bara.

“Debu-debu hasil bongkar muat batu bara mengancam kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar pelabuhan, seperti masyarakat di Kelurahan Panjunan,” jelasnya.

Heri melanjutkan, sejauh ini pihak PT Pelindo II dan pengusaha batu bara, tidak peduli dengan dampak bongkar muat batu bara, dan hanya memikirkan keuntungan semata. Sehingga, aksi hari ini sebagai peringatan bagi pihak PT Pelindo II dan pengusaha batu bara. Bahkan beberapa spanduk dipasang di sekitar pintu masuk pelabuhan.

“Hari ini peringatan untuk mereka. Bila tidak ada perubahan, maka FPB akan kembali menutup Pelabuhan Cirebon dengan mengerahkan massa yang lebih banyak lagi,” pungkasnya.(Jfr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *