Press ESC to close

Kemenag Kota Cirebon Soal Valentine Day: Lebih Baik Bersolawat Daripada Memberi Cokelat

  • February 13, 2019

DEJABAR.ID, CIREBON – Valentine Days atau Hari Valentine, merupakan hari yang disimbolkan dengan penuh kasih sayang yang jatuh pada tanggal 14 Februari. Biasanya, para remaja dan anak-anak muda memberikan sesuatu kepada pasangannya ataupun orang yang disukainya, seperti cokelat ataupun bunga. Namun, perayaaan Hari Valentine masih banyak perdebatan, terutama di masyarakat.
Menurut Kasi Binmas Islam Kementrian Agama Kota Cirebon, Slamet, sebenarnya perayaan Hari Valentine ini tidak ada dalam kalender tahunan, dan juga bukan merupakan hari libur nasional. Sehingga, Hari Valentine di Indonesia bukanlah sebuah perayaan.
“Itu hanyalah budaya dari luar, yang kemudian dipopulerkan oleh remaja-remaja kita,” jelasnya saat ditemui dejabar.id di Kantor Kemenag Kota Cirebon, Kompleks Perkantoran Bima Kota Cirebon, Rabu (13/2/2019).
Karena itu, lanjutnya, dirinya sama sekali tidak melarang kalaupun ada yang memang mau merayakannya. Karena, jika sampai dilarang, apalagi ada surat imbauan ke sekolah-sekolah, maka itu berarti Kemenag mengakui adanya hari itu.
“Jadi kita easy going saja, silakan saja, itu hak mereka,” jelasnya.
Meskipun begitu, dirinya tetap mengimbau kepada para remaja dan anak-anak sekolah, agar tidak usah merayakannya. Dia menyarankan untuk mengisi Hari Valentine tersebut dengan kegiatan yang positif, seperti pengajian, tabligh akbar, atau dikemas dengan kegiatan solawatan. Karena, di luar negeri sana perayaannya cukup parah, seperti mabuk-mabukan, seks bebas, dan lain-lain.
“Lebih baik bersolawat daripada memberi cokelat,” pungkasnya.(Jfr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *